Cuaca Ekstrem
Cuaca Ekstrem di Perairan Kota Tual-Maluku, BMKG Sebut Gelombang Mulai Reda, Namun Tetap Waspada
Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi menerjang perairan Desa Dullah Laut, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Maluku, Kamis (9/9/202
Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Adjeng Hatalea
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan gelombang tinggi menerjang perairan Desa Dullah Laut, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual, Maluku, Kamis (9/9/2021) siang.
Dampaknya hingga ke pemukiman warga yang menempati peisisir pantai di Desa Dullah Laut.
Talut penahan ombak roboh, warga pun akhirnya mengungsi lantaran air juga masuk hingga ke pemukiman.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti kerugian materiil akibat bencana alam tersebut.
Menanggapi itu, kepala Stasiun Maritim Ambon, BMKG Ambon membenarkan terjadi cuaca ekstream tiga hari terakhir disejumlah wilayah perairan, termasuk di perairan Kota Tual.
Dampak dari siklon tropis di laut Filipina yang menyebabkan tinggi gelombang disertai angin kencang.
Meski begitu, menurutnya kondisi itu sudah mulai mereda, meski begitu Azhar tetap menghimbau warga untuk waspada.
Pasalnya tinggi gelombang masih cukup tinggi mencapai 4 meter untuk tiga hari ke depan.
“Mulai menurun, namun tetap kami beri peringatan dini,” kata Azhar kepada TribunAmbon.com, Jumat (10/9/2021) pagi.
“Tetap waspada dan perhatikan peringatan dini,” imbuhnya.
Diberitakan, tanggapan cepat kejadian itu, Wali Kota Tual, Adam Rahayaan, langsung menurunkan petugas dari dinas terkait ke lokasi.
Dari kejadian itu, sedikitnya ada 4 titik talud penyangga gelombang rusak akibat diterjang ombak. (*)