Breaking News:

Ambon Hari Ini

Tarif Angkot di Ambon Naik, Rovik Akbar Afifuddin; Beban Baru Masyarakat

Kebijakan ini tentunya meresahkan warga yang kesehariannya beraktivitas mengandalkan angkot sebagai sarana transportasi.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/ Mesya Marasabessy
Politisi PPP, Rovik Akbar Afifuddin 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Tarif angkutan kota (angkot) di Kota Ambon resmi naik kemarin, Selasa (7/9/2021).

Hal tersebut telah diatur berdasarkan keputusan Wali Kota Ambon nomor 613 tahun 2021 tanggal 07 September 2021 tentang penyesuaian tarif angkutan jalan untuk penumpang umum kelas ekonomi di Kota Ambon.

Kebijakan ini tentunya meresahkan warga yang kesehariannya beraktivitas mengandalkan angkot sebagai sarana transportasi.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Tarif Angkot Resmi Naik Tepat di HUT ke 446 Kota Ambon

Legislator Maluku Dapil Kota Ambon, Rovik Akbar Afifuddin megatakan, kenaikan tarif angkot menjadi beban baru masyarakat.

“Jangan kita berpikir parsial, sebagai pemimpin kita harus berpikir secara holistik secara keseluruhan. Saya dengar dan saksikan langsung apa yang dialami masyarakat. Fokus kita hari ini untuk menangani pandemi Covid-19, kenaikan tarif angkutan umum akan menimbulkan beban baru kepada masyarakat, maka sebisa mungkin dihindari dan mencari solusi untuknya,”kata Rovik kepada wartawan, Rabu (8/9/2021).

Seharusnya lanjut dia, pemerintah melonggarkan sentra ekonomi masyarakat sebelum menaikkan harga angkot.

“Kalau sentra ekonomi dibuka maka akan menciptakan lahan ekonomi baru, yang tentunya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi lebih baik. Sehingga terhadap kenaikan harga tarif angkutan berapapun tidak akan ada masalah,” kata Rovik kepada wartawan, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Keberatan Tarif Angkot Naik, Ombudsman; Membebani Rakyat Kecil

Menurutnya, jika kenaikan tarif angkot dilakukan dan tetap mengetatkan sentra ekonomi publik maka ekonomi masyarakat semakin susah di tengah pandemi.

"Sama saja kita menjadikan masyarakat sebagai tumbal," ungkapnya.

Afifuddin menyarankan, pemerintah harusnya lebih bijak saat memutuskan menaikkan tarif angkot.

Menurutnya, pemerintah harusnya berkomunikasi dnegan Pertamina terkait Bahan Bakar Minyak (BBM), bukannya kembali membebankan kepada masyarakat.

Diketahui, tarif angkot terbaru untuk dalam Kota Ambon sendiri kenaikannya 30 persen dan untuk dua jalur Leitimur Selatan (Letisel) yakni Ema dan Kilang kenaikannya sebesar 35 persen. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved