Breaking News:

Kasus Narkoba di Ambon

Lopulissa Dituntut 7 Tahun Penjara dan Denda Rp. 800 Juta karena Beli Sabu Seharga Rp 1 Juta

Dia tertangkap basah tengah melakukan transaksi jual beli narkotika di sekitar Pangkalan Ojek, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Kamis (1/4/2021) lalu.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Salama Picalouhata
Freepik
Ilustrasi penjara 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPU), Beatrix N. Temnar dan Lilia Heluth menuntut Jody Lopulissa hukuman penjara selama tujuh tahun.

Serta membayar denda sebesar Rp 800 juta subsider dua bulan penjara lantaran terdakwa ketahuan membeli narkotika jenis sabu dari temannya.

“Memohon majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Jody Lopulissa alias Joe dengan pidana penjara tujuh tahun dikurangi selama terdakwa menjalani masa tahanan sementara dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan dan denda sebesar Rp 800 Juta subsidair dua bulan penjara,” kata JPU dalam amar tuntutannya di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Punya 3 Paket Tembakau Sintetis, Sallatalohy Divonis Setahun Penjara

Baca juga: Maluku FC Umumkan Pemain Baru untuk Arungi Liga 3 Regional

JPU menilai terdakwa bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki atau menguasai narkotika golongan I bukan tanaman

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam dakwaan kedua pasal 112 ayat 1 UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkotika,” lanjut JPU.

Usai mendengar tuntutan JPU, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa.

Sebelumnya, terdakwa tertangkap basah tengah melakukan transaksi jual beli narkotika di sekitar Pangkalan Ojek, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Kamis (1/4/2021) lalu.

Terdakwa memesan sabu dari Icad (DPO) seharga Rp 1 juta dan bersepakat bertemu untuk melakukan transaksi,

Setelah bertemu, terdakwa kemudian memberikan uang tunai kepada Icad, kemudian mengambil narkoba yang telah disimpan icad dengan tissue di sekitar tempat ojek.

Terdakwa kemudian kembali ke penginapan namun akhirnya ditangkap dalam kamarnya setelah kepolisian mendapatkan informasi terdakwa melakukan transaksi jual beli narkoba. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved