Breaking News:

Tarif Angkot di Ambon

Kenaikan Tarif Angkot di Kota Ambon, Tak Berlaku bagi Trayek Lintas Kabupaten/Kota

emerintah Kota Ambon resmi menaikkan tarif angkot tepat di hari perayaan ulang tahun (HUT) Kota Ambon ke-446, Selasa (7/9/2021) kemarin.

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon. com / Ridwan
AMBON: Sejumlah warga mengantri untuk naik angkutanbkota, Jum'at (27/8/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON,TRIBUNAMBON.COM –  Pemerintah Kota Ambon resmi menaikkan tarif angkot tepat di hari perayaan ulang tahun (HUT) Kota Ambon ke-446, Selasa (7/9/2021) kemarin.

“Ya, tarif baru sudah diresmikan kemarin. Tarif ini, hanya berlaku di sini,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Robby Sapulette saat dialog Special Interview bersama TribunAmbon.com, Rabu, (8/9/2021).

Baca juga: Tuai Pro Kontra, Sebagian Sopir Angkot Terpaksa Terima Dibayar Pakai Tarif Lama

Di sini maksud Sapulette, tarif angkot baru hanya berlaku bagi trayek di dalam Kota Ambon saja.

Sementara , trayek ke luar Ambon , seperti ke Leihitu dan Salahutu di Maluku Tengah, tak berlaku.

“Jadi kenaikan tarif tidak berlaku pada angkot yang jalur trayeknya lintas kabupaten/kota. Kalau mau nanti pemerintahnya bikin regulasi sendiri lagi,” terangnya.

Roby menambahkan, kebijakan kenaikan tarif sudah didiskusikan secara matang dengan semua pihak terkait.

“Intinya kebijakan ini diambil agar bisa sama-sama menguntungkan sopir maupun penumpang,” ujar Sapulette.

Baca juga: Ombudsman Minta Pemkot Ambon Turunkan Harga Pertalite, Sapulette; Mereka Harus Suarakan ke Pempus

Dijelaskan Sapulette, tarif angkot naik 30 persen dari harga normal, yakni sekitar Rp. 800 hingga Rp. 1200.

"Beda lagi kalau di pegunungan harganya naik 35 persen. Karena lebih banyak makan bahan bakar," ucapnya.

Menurutnya, untuk kawasan pegunungan memang tarifnya harus berbeda dengan lainnya.

Mengingat, perawatan untuk angkot di kawasan pegunungan itu memakan biaya yang cukup tinggi dari angkot yang beroperasi di kawasan yang dataran rendah.

Seperti pergantian ban yang setahun harus diganti sebanyak dua kali, kanvas rem hingga penggunaan absorsi bahan bakar yang lebih tinggi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved