Breaking News:

Ambon Hari Ini

Tarif Angkot Resmi Naik Hari Ini, Robby Sapulette; Ini Baru Finalisasi

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Robby Sapulette menerangkan, pidato yang disampaikan Wali Kota itu baru merupakan finalisasi

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Alfin Risanto
Angkot Trayek Latuhalat saat melewati kawasan Jl Tulukabessy 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy dalam pidatonya resmi mengumumkan kenaikan tarif angkot di Kota Ambon mulai berlaku hari ini, Senin (6/9/2021).

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Ambon, Robby Sapulette menerangkan, pidato yang disampaikan Wali Kota itu baru merupakan finalisasi dari sekian usulan yang disampaikan.

"Iya, terkait pidato Pak Wali tadi itu baru finalisasi ya," kata Robby Sapulette kepada wartawan di Baileo Belakang Soya Ambon, Senin (6/9/2021).

Ia menerangkan, untuk kelanjutan dari besaran kenaikan tarif angkot baru akan diumumkan sebentar malam nanti atau pagi besok.

"Bisa sebentar malam atau besok pagi diumumkan ya," jelasnya.

Baca juga: Besok HUT Kota Ambon, Lalin Sekitar Lapangan Merdeka Ditutup Saat Upacara Berlangsung

Baca juga: Hadiri Paripurna HUT ke-446 Kota Ambon Secara Virtual, Louhenapessy Disebut Menghindar

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Ambon, Rustam Latupono mendukung kenaikan tarif angkot namun dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara para sopir angkot dan masyarakat selaku penumpang.

"Kita sepakat tarif angkot naik tapi di angka yang berpihak ke pengemudi angkot dan masyarakat," ungkapnya.

Ia melanjutkan, berdasarkan hasil rapat bersama Dishub, telah disepakati bersama untuk kenaikan tarif angkot tidak boleh lebih dari 30 persen.

Sementara, untuk di daerah pegunungan kenaikan tarif maksimal 35 persen saja.

"Jadi hasil rapat dengan Dishub kita sepakat itu kenaikan tarif angkot yang di daerah landai tidak boleh lebih dari 30 persen, untuk daerah tanjakan yang membutuhkan bahan bakar ekstra itu maksimal 35 persen. Karena berdasarkan mekanisme kenaikan tarif itu sangat tinggi karena harus menghitung bahan bakar," tandas Rustam. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved