Breaking News:

Ambon Hari Ini

Dishub Ambon Dukung Penghapusan BBM Premium, Sapulette; Ada Penyesuain Tarif Angkot

Menurutnya, kandungan timbal yang cukup tinggi pada jenis BBM dengan oktan 88 itu lebih berpotensi menurunkan kualitas udara.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Dedy Azis
Kadishub Ambon, Robby Sapulette saat mediasi dengan dengan para sopir angkot, Kamis (26/8/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon, Robby Sapulette menyatakan, kebijakan penghapusan bahan bakar minyak (BMM) Premium merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk mendukung perubahan iklim.

Menurutnya, kandungan timbal yang cukup tinggi pada jenis BBM dengan oktan 88 itu lebih berpotensi menurunkan kualitas udara.

Dampaknya akan buruk bagi manusia, karena memicu sejumlah penyakit, mulai dari keruskan paru-paru hingga kanker.

"Premium ini tetap dihilangkan karena menggunakan zat aditif atau yang disebut dengan timbal yang menyebabkan terjadinya polusi," kata Robby Sapulette kepada wartawan usai menemui ratusan sopir angkutan kota (Angkot) di ruang rapat Paripurna DPRD Ambon, Kamis (26/8/2021) siang.

"Hal itu bukan kehendak Pemkot Ambon, tapi kebijakan secara nasional dalam mendorong program Langit Biru dan dalam rangka perubahan iklim, sehingga premium dihilangkan," imbunya.

Kebijakan nasional yang diturunkan ke daerah harus diaplikasikan.

Baca juga: Sopir Angkot Mogok, Jalanan di Kota Ambon Sepi

Baca juga: Komisi II DPRD Ambon Minta Sopir Angkot Sampaikan Aspirasi Secara Teratur di Ruang Rapat Paripurna

Namun kebijakan penghapusan premium serta kenaikan harga Pertalite Khusus (PLK) akan diikuti dengan kebijakan tarif baru.

Direncanakan, tariff baru angkutan kota mulai diberlakukan 7 September mendatang, tepat di hari ulang tahun kota berjuluk manise ini.

Meski begitu, besaran kenaikan belum disebutkan.

Kata Robby, akan ada pertemuan lanjutan dengan pertamina untuk membahas kenaikan tersebut.

"Karena September ini Pertamina tak lagi memproduksi Premium, maka harus ada penyesuaian tarif angkot. Itu permintaan dari para sopir angkot," tandas Robby.

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved