Breaking News:

Maluku Terkini

13 Stasiun TV di Ambon Terancam Dicabut Izin Siaran

Surat peringatan itu telah ditujukan kepada beberapa biro stasiun televise Swasta di Kota Ambon,

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena
Tampak Jembatan Merah Putih dan Teluk Ambon 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Maluku resmi melayangkan surat peringatan kepada 13 stasiun televisi berjaringan dan tiga Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) yang beroperasi di Ambon, Kamis (18/8/2021) siang.

Surat peringatan itu telah ditujukan kepada beberapa biro stasiun televise Swasta di Kota Ambon, antara lain, MNC TV Ambon, Global TV Ambon, RCTI Ambon, Inews Ambon, Inews Masohi, Indosiar Ambon, Sportone Ambon, TVone Ambon, ANTV Ambon, TransTV Ambon, Trans7 Ambon, NET Tv Ambon, RTV Ambon, SCTV Ambon dan Metro TV Ambon.

Menurut ketua KPID Maluku, Mutiara Dara Utama, Surat peringatan dilayangkan berdasarkan hasil Evaluasi dan monitoring KPID Maluku.

“Surat peringatan itu diterbitkan berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring yang dilakukan KPID Maluku sejak 3-4 Agustus 2021 di masing-masing lembaga penyiaran,” kata dia kepada TribunAmbon.com, Kamis.

Baca juga: Bandara Pattimura Ambon Kedatangan Lebih Dari 22 Ribu Penumpang Selama PPKM Level 3

Baca juga: Tangis ibu Firman Latole di Ruang Jenazah RS Polisi Maluku

Lanjutnya, Monitoring dan evaluasi juga dilakukan terhadap hasil Fokus Grup Diskusi (FGD) yang dilakukan oleh KPID Maluku, DPRD Provinsi Maluku, Dinas Kominfo Propinsi Maluku dan perwakilan masyarakat dengan Lembaga Penyiaran dimaksud pada 1 Maret 2021.

Berikut Hasil FGD yang melibatkan lembaga penyiaran dan dinas terkait;

  • Lembaga Penyiaran wajib menyiarankan siaran lokal/konten lokal. Isi siaran lokal yang dimaksud adalah lokal Maluku, terhitung 1 Maret 2021.
  • Lembaga Penyiaran wajib mengunakan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
  • Program lokal dan siaran lokal wajib diproduksi di lembaga penyiaran baik lokal ataupun Sistem Stasiun Jaringan (SSJ).
  • Program siaran lokal jangan diulang-ulang karena menimbulkan kebosanan bagi yang menonton dan tidak mengandung unsure kebaruan.

Setelah enam bulan maka untuk mengetahui penerapan hasil FGD oleh KPID Maluku dilaksanakan monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh pada tanggal 3-4 Agustus 2021 di SSJ yang ada di Kota Ambon.

Hasil dari monev itu menemukan fakta yang dapat disimpulkan bahwa :

  • Sistem Stasiun Jaringan (SSJ) telah menyiarkan konten lokal tetapi waktu penayangannya masih pada pukul 04.30 – 06.45 WIT dan belum memenuhi standar 10% konten lokal dan juga belum memenuhi standar 30% prime time.
  • Waktu prime time ini adalah waktu dimana yang berpotensi ditonton banyak pemirsa. Bukan di pukul 02-06 WIT.
  • Ada konten lokal yang diproduksi oleh induk jaringan dan tidak mempergunakan SDM Lokal serta tidak mengaktifkan studio yang ada.
  • Konten lokal yang disiarkan SSJ berulang-ulang sehingga bersifat tidak faktual.(*)
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved