Mayat di JMP

Tangis ibu Firman Latole di Ruang Jenazah RS Polisi Maluku

Identitas mayat laki-laki yang ditemukan di bawah Jembatan Merah Putih, Kota Ambon, akhirnya terkuak.

Penulis: Ode Alfin Risanto | Editor: Salama Picalouhata
Ode Alfin Risanto
Ibu korban, Hatija menangis histeris saat mendatangi kamar jenazah Rumah sakit Bhayangkara, Ambon, Kamis (19/08/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Alfin Risanto

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Identitas mayat laki-laki yang ditemukan di bawah Jembatan Merah Putih, Kota Ambon, akhirnya terkuak.

Diketahui, mayat yang mengenakan celana jeans dan baju hitam itu, adalah Firman alias Latole (20), warga Perumnas Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

AMBON: Sesosok mayat ditemukan di bawah Jembatan Merah Putih Ambon, Kamis (19/8/2021.
AMBON: Sesosok mayat ditemukan di bawah Jembatan Merah Putih Ambon, Kamis (19/8/2021. (TribunAmbon.com)

Identitasnya tersebut dipastikan sendiri kakek dan ibu kandungnya saat mendatangi kamar jenazah di Rumah Sakit bhayangkara Polda Maluku.

"Iya, itu cucu saya. Dia jadi tukang ojek di Asrama Haji Waiheru," ujar Baharudin.

Baharudin mengatakan, cucunya adalah orang baik dengan keluarga maupun tetangga sekitar.

"Dia anak bungsu dari empat bersaudara,"ucapnya.

Baca juga: Mayat Tanpa Identitas di Bawah JMP Dibawa ke RS Bhayangkara Polda Maluku

Baca juga: Petugas Kesulitan Evakuasi Mayat di JMP, Terpaksa Pakai Tali

Sementara itu, ibu korban tak kuasa menahan air mata saat melihat jenazah putra tercintanya di kamar jenazah RS Bhayangkara.

Ibunya, Hatija menangis histeris saat melihat anaknya terbujur kaku dan dipenuhi luka.

Terakhir kali, dia mengaku melihat anaknya sedang mabuk minuman beralkohol bersama teman-temannya.

"Menurut pengakuan ibunya, dia sempat meminum minuman keras semalam bersama empat temannya yang tinggal di Perumnas Waiheru," ucap kakeknya, Baharudin.

Firman ditemukan tergeletak di bawah Jembatan Merah Putih, sekitar pukul 11.00 WIT, dengan kondisi bersimbah darah.

Sebanyak 8 unit speed boat langsung dikerahkan untuk mengevakuasinya.

Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena tingginya pondasi pilar JMP mencapai 3 meter.

Alhasil, setelah mayat dimasukan ke dalam kantong jenazah, barulah diturunkan menggunakan seutas tali ke speedboat.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian atas temuan mayat berjenis kelamin laki-laki itu. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved