Breaking News:

Kuti Kata Maluku

Kuti Kata; Sendengkanlah Telingamu

"Tempo-tempo lai, su musti basaro par Antua sa" (=sejak awal sudah harus berdoa/sampaikan segala perasaan hati kepada Tuhan saja).

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Paleti deng nanala nyong e 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Pengajarang orangtotua tuh jua akang ujung-ujung tuh ajar parcaya par Tuhan" (=nasehat orang tua itu pada intinya mengenai percaya kepada Tuhan).

"Tempo-tempo lai, su musti basaro par Antua sa" (=sejak awal sudah harus berdoa/sampaikan segala perasaan hati kepada Tuhan saja).

"Paleti deng nanala" (=berdoa/memohonlah dengan sungguh-sungguh).

"Minta Antua, sendeng talingang dengar beta pung sumbayang" (=minta Tuhan miringkan telingaNya mendengar doaku).

"Sendengkanlah telingaMu, Tuhan" (=miringkanlah telingaMu, Tuhan). Ungkapan ini menggambarkan "Antua ada dekat-dekat sa nih" (=Tuhan ada dekat saja).

Baca juga: Kuti Kata; Makanang Kasiang

Baca juga: Kuti Kata; Putus Tanjong Langgar Lautan

"Jang basaro sama orang ada di tanah lapang yang bataria dari ujung ka ujung" (=jangan berdoa dengan suara nyaring seperti berada di tengah lapangan dan berteriak dari ujung lapangan satu ke ujung lainnya).

"Minta Antua sendeng talingang, la bisi-bisi palang-palang sa" (=minta Tuhan miringkan telingaNya, dan berbisiklah kepadaNya).

"Antua dekat-dekat sa" (=Tuhan itu dekat), "tagal itu jang pi jao-jao dari Antua" (=karena itu jangan menjauhiNya).

"Jang pi lama-lama baru pas tatumbu la bale" (=jangan meninggalkanNya dan nanti kembali ketika mengalami masalah)

"Saban hari tuh musti datang par Antua la paleti deng nanala" (=setiap hari harus datang kepadaNya dan berdoa sungguh-sungguh).

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved