Breaking News:

Kuti Kata Maluku

Kuti Kata; Putus Tanjong Langgar Lautan

Karena itu "rindu mau bale" (=rindu untuk kembali) menjadi semacam pengharapan masa depan sebagian besar mereka yang merantau

Editor: Fandi Wattimena
Sumber; Pdt. Elifas Tomix Maspaitella
Pantai Wailiha, Ambon 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Beta balayar jao" (=saya berlayar jauh), merupakan orientasi sebagian besar orang di wilayah kepulauan termasuk kepulauan Maluku.

"Pi balayar" (=pergi berlayar), menjadi imperatif yang tujuannya "cari hidop" (=mencari pekerjaan untuk kehidupan), "maano sagu" (=mengerjakan sagu), sehingga merantau itu dimaknai dalam dua kategori konsep itu, sehingga "pi, lama baru bale" (=pergi dan dalam waktu lama baru kembali) atau "tinggal lama" (=tinggal lama; ini bermakna kadang tidak kembali sampai anak cucu).

Karena itu "rindu mau bale" (=rindu untuk kembali) menjadi semacam pengharapan masa depan sebagian besar mereka yang "su pi balayar" (=sudah merantau).

"Putus tanjong, langgar lautan" (=putus tanjung, melewati lautan) melukiskan ia sudah "tapisah jao" (=terpisah jauh) dari "mama papa deng basudara" (=mama papa dan saudaranya).

Kadang, ungkapan itu pun digunakan saat menangisi seorang anggota keluarga yang meninggal dunia, sebagai perlukisan bahwa "su putus di badang e" (=sudah terpisah selamanya).

"Putus tanjong, langgar lautan" juga melukiskan ia sudah "salamat sampe tujuan" (=selamat tiba di tujuan), "meski omba anging taru"(=walau ombak dan angin kencang), tetapi "deng Tuhan pung sayang su sampe deng sagala bae" (=dengan kasih sayang Tuhan, sudah tiba dalam keadaan baik).

Jadi menghadapi tantangan itu suatu hal yang biasa untuk masyarakat kepulauan.

Baca juga: Kuti Kata; Jang di Mulu Sa

Baca juga: Kuti Kata; Jangan Mau Jadi Jongos

Karena itu konsep kejuangan dalam tantangan dilukiskan dalam ungkapan-ungkapan seperti :

Satu, "toma majo, biar anging datang dari muka" (=maju saja, walau angin bertiup dari depan haluan perahu/arumbae/kapal).

Sebab itu setiap upaya memerlukan semangat dan keberanian. Termasuk "barane hidop di tanah orang" (=berani untuk hidup di tanah orang lain).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved