Maluku Terkini
Selama Pandemi Covid-19, Bupati Maluku Tengah dan Istri Bertani, Hasil Panen Dibagi ke Warga
Sejak pandemi corona di Maluku, Abua dan istrinya kerap meluangkan waktu untuk menanam ubi jalar di lahan sejumlah lahan kosong miliknya
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Fandi Wattimena
Abua mengatakan, aksi memanam ubi jalar yang dilakukannya selama ini sebenarnya bisa dilakukan semua orang, apalagi di tengah situasi pandemi saat ini.
Bagi Abua, saat situasi sulit dan impitan ekonomi akibat pandemi, berbagai masalah harus dapat dicari jalan keluarnya, dan aksi menanam ubi jalar dengan melibatkan masyarakat merupakan salah satu solusinya.
Baca juga: Ini 6 Atlet Muaythai Perwakilan Maluku di Pon XX Papua Nanti
Baca juga: Sidang Pra Peradilan Aktivis HMI, Risman Soulissa Bakal Digelar 9 Agustus, Ini Permohonannya
“Jadi, ini salah satu solusinya, ya bisa dibilang ini sebagai inovasi untuk masalah yang kita hadapi saat ini," kata dia.
Ia bersyukur karena kegiatan yang dilakukannya bersama istrinya itu dapat membawa manfaat bagi masyarakat.
Bahkan, saat ini banyak warga di wilayah itu yang telah memanfaatkan lahan kosong mereka untuk menanam ubi jalar.
Abua mengatakan, aksi memanam ubi jalar yang dilakukannya selama ini sebenarnya bisa dilakukan semua orang, apalagi di tengah situasi pandemi saat ini.
Bagi Abua, saat situasi sulit dan impitan ekonomi akibat pandemi, berbagai masalah harus dapat dicari jalan keluarnya, dan aksi menanam ubi jalar dengan melibatkan masyarakat merupakan salah satu solusinya.
“Jadi, ini salah satu solusinya, ya bisa dibilang ini sebagai inovasi untuk masalah yang kita hadapi saat ini," kata dia.
Ia bersyukur karena kegiatan yang dilakukannya bersama istrinya itu dapat membawa manfaat bagi masyarakat.
Bahkan, saat ini banyak warga di wilayah itu yang telah memanfaatkan lahan kosong mereka untuk menanam ubi jalar.
“Kami bersyukur karena apa yang kami bagikan ke masyarakat bisa membantu mereka saat situasi pandemi saat ini. Bagi saya, itulah hidup, harus bisa bermanfaat bagi sesama manusia,” ujar dia.
Abua mengaku, menjadi petani ternyata bukanlah pekerjaan yang mudah, butuh kesabaran karena setiap hari seorang petani harus menahan teriknya matahari dan harus rela kedinginan saat musim hujan.
Baginya, pekerjaan sebagai seorang petani merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Sebab, dari tangan para petani, seluruh masyarakat bisa dihidupi.
“Saya merasakan betul menjadi seorang petani, sampai wajah saya sudah mau gosong. Petani ini pekerjaan yang mulia,” kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/abua-bertani.jpg)