Breaking News:

Demo Tolak PPKM di Ambon

Pedagang Atribut Hari Kemerdekaan Raup Untung di Tengah Demo Tolak PPKM Ambon

Pasalnya, dagangannya yang berupa hiasan mobil bermotif merah putih laku keras di tengah demonstrasi yang sudah dilakukan sebanyak empat kali di depan

Penulis: Ode Dedy Lion Aziz | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Dedy
AMBON: Giarto, penjual pernak pernik 17 Agustus, di Jl. Sultan Khairun, Sirimau, Ambon, Kamis (22/7/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Aksi unjuk rasa penolakan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Ambon membawa berkah tersendiri bagi seorang pedagang asongan pernak-pernik Hari Kemerdekaan di Jalan Sultan Khairun, Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Kamis (22/7/2021) siang.

Kepada TribunAmbon.com, Giarto mengaku mendapatkan rezeki berlipat dari demo tersebut.

Pasalnya, dagangannya yang berupa hiasan mobil bermotif merah putih laku keras di tengah demonstrasi yang sudah dilakukan sebanyak empat kali di depan Balai Kota Ambon tersebut.

“Ya Alhamdulillah meskipun tidak terlalu banyak, tapi mereka demo, saya jadi dapat lebih,” kata dia di lokasi.
Pantauan TribunAmbon.com dilokasi, pria yang berasal dari Jawa Tengah tersebut berjualan bendera berukuran kecil hingga pernak-pernik hiasan bermotif merah putih khas bendera NKRI.

Baca juga: Massa Demo Tolak PPKM Semakin Ramai, Kemacetan di Depan Balai Kota Ambon Tak Terhindarkan

Harga barang yang dijual pun terjangkau, mulai dari Rp. 10 ribu untuk bendera hiasan mobil hingga Rp. 20 ribu untuk yang paling mahal, yaitu rajutan dengan foto Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.

Ia mengaku, pembelinya kebanyakan berasal dari kalangan massa aksi.

Aksi demonstrasi menolak PPKM di Balai Kota Ambon, Kamis (22/7/2021)
Aksi demonstrasi menolak PPKM di Balai Kota Ambon, Kamis (22/7/2021) (TribunAmbon.com/ Fandi Wattimena)

Mereka membeli Bendera Merah Putih berukuran 7 cm x 3cm untuk digenggam saat demo atau dibawa pulang untuk hiasan mobil keluarga.

“Biasanya anak-anak demo ini yang beli, kadang ada juga mobil yang kena macet, lalu mereka beli untuk ditempelkan di kaca depannya sebagai penghias,” kata dia.

Giarto berharap, Pemerintah Kota Ambon dapat mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa aksi unjuk rasa penolakan PPKM, agar pedagang kecil sepertinya bisa mendapatkan pemasukan yang semestinya.

“Ya semoga anak-anak ini didengar lah supaya kita orang kecil ini juga bisa makan,” ujarnya.

Baca juga: Lagi, Demo Tolak PPKM Jilid IV, Mahasiswa Unpatti Mulai Orasi di Bundaran Leimena - Ambon

Pasalnya, Giarto mengaku, sebelum pandemi Covid-19 pendapatannya per hari bisa mencapai Rp. 500 ribu, jika mendekati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Dulu sebelum pandemi, saya bisa dapat Rp.500 ribu per hari, tapi begitu pandemic cuma dapat Rp.150 ribu saja, mana cukup untuk makan anak istri ditambah biaya sekolah, ditambah lagi PPKM sekarang,” ucapnya.

Diketahui Aksi demonstrasi penolakan PPKM oleh mahasiswa didepan Balai Kota Ambon hari ini merupakan kali ke 4 setelah sebelumnya pada Kamis (15/7/2021), Jumat (16/7/2021) dan Senin (19/7/2021).(*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved