PPKM di Ambon

Satgas Minta Tidak Demo Tolak PPKM Ambon Demi Cegah Klaster Baru Covid 19

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid 19 Kota Ambon, Joy Adriaansz minta mahasiswa untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa.

TribunAmbon.com/Fandi
AMBON: Massa aksi mahasiswa IAIN Ambon gelar aksi menolak PPKM mikro di Kawasan Gong Perdamaian Ambon, Jumat (16/7/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid 19 Kota Ambon, Joy Adriaansz minta mahasiswa untuk tidak melakukan aksi unjuk rasa terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Ambon.

Adriaanz khawatir kerumunan demonstrasi jadi ajang penularan Covid-19.

Dikatakan, aksi demonstrasi memicu kerumunan massa dalam jumlah besar sehingga berpotensi menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

Kota Ambon pun tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro setelah berada dalam zona merah penyebaran Covid-19.

“Jika ada diantara pendemo yang terpapar tentu akan menulari rekan- rekannya, bahkan aparat yang melakukan pengamanan hingga keluarga mereka dirumah,”kata Adriaansz di Balai Kota, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Tito Karnavian Tegur Keras Gubernur Maluku Murad Ismail Terkait Dana Penanganan Covid-19

Adriaanz melanjutkan, jumlah kasus positif di Kota Ambon terus meningkat hingga tempat isolasi terpusat penuh.

Tak hanya itu, tenaga kesehatan juga terbatas karena makin banyak dari nakes yang terpapar virus corona.

“Sebab itu masyarakat sudah dihimbau untuk tidak keluar rumah selain untuk bekerja dan bersifat urgen/tidak bisa ditunda. Jangan sampai membawa pulang virus bagi keluarga dirumah,” jelasnya.

Dijelaskan,pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mengatasi pandemi, kerjasama dan partisipasi dari semua elemen masyarakat sangat diharapkan untuk mendukung Ambon keluar dari Zona Merah (resiko tinggi).

“Terus kita himbau agar dapat membantu pemerintah dengan mematuhi protokol kesehatan, sehingga Ambon bisa keluar dari zona merah, dan PPKM Mikro diperketat tidak diperpanjang,” tambah Adriaansz.

Saat ini, Kota Ambon berada di zona merah dengan jumlah terkonfirmasi positif sebanyak 251 jiwa, Jumat (16/7/2021).

Jumlah terbanyak berada pada Kecamatan Sirimau sebanyak 997 jiwa positif corona.

Rencananya, hari ini mahasiswa kembali melanjutkan aksi demo menolak PPKM di Kota Ambon.

Sebelumnya, demonstrasi menolak PPKM Mikro di Kota Ambon berlangsung dalam dua hari berturut-turut, Kamis (15/7/2021) dan Jumat (16/7/2021).

Unjuk rasa di Hari kamis dilakukan remaja masjid (Remas) Imam Rijali Kampus IAIN Kota Ambon, sedangkan di hari berikutnya terdiri dari gabungan mahasiswa Universitas Pattimura, Universitas Darussalam dan Institut Agama Negeri Islam (IAIN) Ambon. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved