Kuti Kata Maluku
Kuti Kata; Cuci Tampa Kaki
Ini sering menjadi semacam "rasa manyasal babae paskali" (=penyesalan yang besar),
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - "Hati nih mau sa par tinggal, mar kalu dong su tola, mau bilang apa lai" (=hati ini sebenarnya mau tinggal, tetapi bila mereka menolak, apa boleh dikata).
Ini sering menjadi semacam "rasa manyasal babae paskali" (=penyesalan yang besar), karena ada keinginan untuk bersama-sama, tetapi "kalu dong seng tarima, manyasal babae paskali ale" (=bila tidak diterima, sungguh disesali).
Ada beberapa istilah yang melukiskan penyesalan itu,
Satu: "bale blakang". Karena ditolak, maka "loko bale blakang mi" (=pergi meninggalkan, memunggungi).
Biasanya merupakan reaksi kemarahan, "mar sio, seng sampe hati" (=sungguh, hati ini berat melakukannya).
Jadi tetap "bale muka jua par lia" (=mempedulikan lagi).
Jadi biasa "bale blakang mar bukang buang muka" (=memunggungi tetapi bukan tidak mempedulikan lagi).
Baca juga: Kuti Kata; Tar Karja, Tar Makang
Baca juga: Kuti Kata; Su Dapa Pake
Dua: "angka panta" (=berdiri, pergi meninggalkan tempat duduk).
Tindakan ini sering terjadi saat ada "baku malawang sadiki" (=sedikit perbantahan).
Biasanya antara "laki bini" (=suami istri), "ade kaka" (=adik kakak), "tamang" (=sahabat).
Jadi terjadi dalam relasi orang-orang yang setara.
Jadi karena ada satu hal yang "biking baku malawang tar ujung pohong" (=membuat timbul perbantahan yang tak tau ujungnya), maka "angka panta pi kas' tinggal" (=berdiri dan pergi meninggalkan).
"Nanti kalu hati su tado jua bale e" (=bila hati sudah tenang, kembali juga). Jadi "pi mar tau jalang pulang" (=pergi tetapi pulang lagi).
Tiga: "cuci tampa kaki" (=membersihkan pijakan). Tindakan ini dilakukan pada kondisi "marah sa kapala" (=marah sekali).
Dan biasa terjadi sebagai tanda "pi tar bale-bale" (=pergi dan tidak kembali) atau "kabas abu kaki" (=mengebaskan debu dari kaki).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/rumahku.jpg)