Breaking News:

Korupsi Bank Maluku

Vonis Kasus Korupsi Repo Obligasi Bank Maluku Rendah, Jaksa Ajukan Banding

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding atas vonis enam tahun yang dijatuhkan pada terdakwa kasus dugaan korupsi Reverse Repo obligasi Bank Maluk

Editor: Salama Picalouhata
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Maluku, Achmad Atamimi saat diwawancarai di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (13/7/2021) 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding atas vonis enam tahun yang dijatuhkan pada terdakwa kasus dugaan korupsi Reverse Repo obligasi Bank Maluku.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kasi Penuntutan Kejaksaan Tinggi Maluku, Achmad Attamimi.

Attamimi mengatakan, pihaknya telah mengajukan banding pada Senin (12/7/2021).

"Kami mengajukan banding atas putusan kasus repo bank maluku dengan terdakwa Idris Rolobessy dan Izaak Thenu," kata Jaksa, Achmad Atamimi kepada tribunambon.com di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (13/7/2021) siang.

Menurutnya, vonis yang diberikan hakim rendah dan tidak ada pergantian kerugian negara.

Padahal dalam kasus itu, negara mengalami kerugian hingga Rp 238,5 Miliar.

Baca juga: Kantor DPRD Maluku Ditutup Total Selama PPKM Mikro

Baca juga: Warga Kota Ambon Diimbau Sholat Idul Adha di Rumah

Sebelumnya, Ketua majelis hakim, Pasti Tarigan memutuskan kedua terdakwa tidak bersalah atas dakwaan primer, Kamis (8/7/2021).

"Majelis Hakim memutuskan mengadili kedua terdakwa tidak terbukti bersalah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dalam dakwaan primer," kata Tarigan.

Meski demikan, Hakim tetap memutuskan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi subsider dan harus menjalani pidana penjara masing-masing selama enam tahun.

Juga membayar denda sebesar Rp 300 juta rupiah subsider tiga bulan kurungan.

Padahal, Jaksa menuntut terdakwa Idris Rolobessy selama 18,6 tahun penjara.

Juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 229 Miliar subsider 4 tahun 6 bulan penjara.

Sedangkan, terdakwa Izaak dituntut 10 tahun penjara dengan uang pengganti jauh lebih kecil sebanyak Rp 9.082.000.000.

Keduanya juga, dituntut membayar denda masing-masing sebesar Rp 1 miliar. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved