Breaking News:

Nasional

BPOM Ungkap Antibodi Lansia Lebih Rendah Daripada Orang Dewasa Usai Disuntik Vaksin Moderna

Meski demikian, Penny tidak merinci besaran titer yang dihasilkan. Adapun titer antibodi merupakan tes laboratorium yang mengukur jumlah antibodi dala

Editor: Adjeng Hatalea
JOEL SAGET / AFP
Ilustrasi vaksin Moderna - Gambar kreatif ini diambil di sebuah studio di Paris pada 16 November 2020, menunjukkan jarum suntik dan botol vaksin dengan logo Moderna, menggambarkan pengumuman vaksin eksperimental terhadap Covid-19 dari Moderna yang 95% efektif. Terbaru, Moderna Mulai Menguji Vaksin Covid-19 pada Bayi Berusia 6 Bulan dan Anak di Bawah 12 Tahun. 

JAKARTA, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan, vaksin Covid-19 Moderna menghasilkan jumlah antibodi yang berbeda apabila disuntikkan kepada orang dewasa dengan lansia.

Menurut dia, antibodi yang terbentuk pada orang dewasa lebih besar dibandingkan dengan lansia.

"Data imunogenitas yang merupakan tingkatan titer antibodi dan netralisasi menunjukkan bahwa memang untuk kelompok usia lansia lebih rendah dibandingkan usia dewasa," ujar Penny dalam konferensi pers virtual pada Jumat (2/7/2021).

Meski demikian, Penny tidak merinci besaran titer yang dihasilkan. Adapun titer antibodi merupakan tes laboratorium yang mengukur jumlah antibodi dalam darah.

Baca juga: 548 Kasus Baru Covid-19 di Maluku dalam 4 Hari Terakhir, Adonia; Diduga Mobilitas Zona Merah

Selain itu, Penny juga mengungkapkan sejumlah efek samping dari vaksin Moderna.

Secara umum keamanan vaksin itu dapat ditoleransi dengan status tingkat keparahan satu dan dua. Adapun kejadian efek samping yang paling sering dirasakan yakni nyeri, kelelahan, nyeri di tempat suntikan, nyeri otot, nyeri sendi, pusing.

Keluhan-keluhan ini biasanya dirasakan setelah suntikan dosis kedua vaksin.

Penny menuturkan, keluhan efek samping ini sama untuk usia dewasa di bawah 65 tahun dan di atas 65 tahun.

Baca juga: Vaksinasi Lansia di Ambon Masih Jauh dari Target, Dinkes Pakai Metode Jemput Bola

Sebagaimana diketahui, BPOM telah mengumumkan penerbitan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 Moderna pada Jumat.

Penerbitan EUA ini berdasarkan hasil uji klinis fase ketiga dan pengkajian Komite Nasional Penilai Vaksin Covid-19, ITAGI, dan BPOM.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved