Breaking News:

Maluku Terkini

Dalam 5 Bulan Terakhir, Santunan Jasa Raharja Maluku Capai 2,7 Miliar

Dia menyebut, angka ini mengalami penurunan 7,80 persen dibandingkan tahun 2020 lalu, pada periode bulan yang sama. 

Humas Jasa Raharja
Gedung Jasa Raharja Maluku. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - PT Jasa Raharja Cabang Maluku telah merealisasikan santunan kecelakaan sebesar Rp. 2,7 miliyar.

Jumlah tersebut terhitung mulai dari awal Januari hingga Mei 2021.

"Jenis santunan yang sudah kami serahkan untuk korban meninggal dunia sebesar Rp 2,050 miliyar dan luka-luka Rp 678 juta. Sehingga ditotalkan menjadi 2,7 miliyar lebih," kata Kepala PT Jasa Raharja Cabang Maluku, Triadi, Kamis (03/06/2021).

Dia menyebut, angka ini mengalami penurunan 7,80 persen dibandingkan tahun 2020 lalu, pada periode bulan yang sama. 

Meski ada penurunan jumlah penyerahan santunan kepada korban dan ahli waris korban kecelakaan, dia tetap mengimbau agar masyarakat pelaku perjalanan harus tetap menjaga keselamatan mereka.

Baca juga: Dirkrimum Polda Maluku Harap Kasus Surat Rapid Antigen & GeNose Palsu Tak Terulang

Baca juga: Perjuangkan Kebebasan Palestina, ACT Maluku Deklarasikan Komite Bantuan untuk Palestina

"Kepada masyarakat yang melakukan perjalanan agar mengantisipasi kecelakaan dengan selalu mematuhi peraturan lalu lintas, melengkapi dokumen kendaraan, berkendara dengan tertib serta membeli tiket resmi pada saat melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi umum, baik darat, laut dan udara," imbaunya.

Dijelaskan, Jasa Raharja Maluku langsung memperoleh informasi setiap kasus kecelakaan lalu lintas dari Satlantas Unit Laka setiap Polres yang ada di wilayah Maluku.

Sementara untuk kecelakaan laut, laporannya langsung dari pihak Syahbandar ataupun pihak otoritas yang berhubungan dengan pelayaran.

Sehingga dari kasus kecelakaan yang terjadi dapat ditangani dengan cepat.

Dari data korban kecelakaan yang diberikan Unit Laka atau pihak Syahbandar, Petugas Jasa Raharja langsung melakukan jemput bola dengan menemui ahli waris Korban, guna membantu melengkapi persyaratan yang dibutuhkan untuk memperoleh santunan.

Selain itu, Jasa Raharja akan memberikan surat jaminan kepada rumah sakit yang merawat korban kecelakaan lalu lintas jalan dan angkutan umum yang, dengan penggantian biaya perawatan luka maksimal Rp 20 juta dan untuk korban meninggal dunia santunan yang diserahkan sebesar Rp 50 juta.

Dengan ini, dia berharap masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor agar secara tertib membayar pajak dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) setiap tahunnya.

Pasalnya, sumber dana untuk membayar santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas yang  diperoleh dari pembayaran SWDKLLJ yang dibayarkan setiap tahun di Kantor Samsat bersamaan dengan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). (*)

Penulis: Mesya Marasabessy
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved