Breaking News:

Ambon Hari Ini

Warga di Ambon Ikut Pelatihan Pengembangan Produk Pangan Lokal, Untung Bisa Capai 300%

Hasil penjualan pangan lokal itu bisa naik berkali lipat hingga 300 persen.

TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Pembukaan pelatihan pengembangan produk unggulan daerah berbasis pangan lokal oleh Lembaga Pengembangan Teknologi Tepat Guna (LP-TTG), H. Sakaruddin di Convention Hall MCM, Rabu (2/6/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – 200 warga Kota Ambon akan mengikuti pelatihan untuk menggembangkan produk – produk unggulan daerah berbasis pangan lokal di Convention Hall Maluku City Mall (MCM), Kamis (3/6/2021).

Direktur Utama Lembaga Pengembangan Teknologi Tepat Guna (LP-TTG), H. Sakaruddin mengatakan bila menerapkan ilmu yang didapatkan selama pelatihan, hasil penjualan pangan lokal itu bisa naik berkali lipat hingga 300 persen.

“Nah dengan TTG ini nilai tambah diatas 200 bahkan 300 persen yang kalau ikan 20 ribu itu bisa jadi 200 ribu, 300 ribu per kilo,” kata Sakaruddin kepada wartawan di Convention Hall MCM, Rabu (2/6/2021).

Lanjutnya, hal itu didukung dengan tingkat konsum pangan kering yang tinggi di Maluku.

“Kurang lebih 2,7 juta penduduk Maluku itu yang akan makan pangan kering sehari itu paling tidak satu juta,” lanjutnya.

Baca juga: Lapak Pasar Mardika Ambon Dibongkar Satpol PP, Diduga Tempat Mesum

Baca juga: Semakin Serius, Maluku FC Temui Sekjen PSSI Bahas Hal Ini

Dia menambahkan, permasalahan saat ini ada pada sumber daya manusia yang masih belum bisa mengelolah dengan baik hasil alam.

“Kenapa produk dari luar yang kita datangkan, masalahnya sdm kita, bahan baku kita banyak sekali terutama hasil laut. Tapi kita cuma tonton atau jual gelondongan saja dan tidak punya nilai tambah,” tambahnya.

Dia menjelaskan, dalam pelatihan dari Malindo LP-TTG Malindo yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Ambon itu akan diajarkan 20 keterampilan.

Dan akan berfokus pada pangan kering dan bumbu yang khas dari Maluku.

“Ada 20 keterampilan dan semua focus pangan kering dari ikan, labu, jagung, dari kelor dari ubi jalar, keladi diajarkan semua. Kemudian ada 5 bumbu dari jahe Lombok, semua bahan baku yang ada di Maluku khususnya kota ambon,” katanya.

Pelatihan akan digelar selama lima hari dan bertahap dimulai dengan 60 peserta. (*(

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved