Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Kasus Timbunan Fiktif RSUD Namrole Diduga Rugikan Negara Rp 376 Juta, Pastinya Tunggu Audit BPKP

Penyidikan kasus Timbunan fiktif di RSUD Namrole, Kabupaten Buru Selatan, hampir tuntas.

TribunAmbon.com/ Andi Papalia
Kejari Buru, Muhtadi saat melakukan konferensi pers di kantor Kejari Buru, Namlea, Kabupaten Buru, Rabu (28/4/2021). 

Laporan Kontributir TribunAmbon.com, Andi Papalia

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM - Penyidikan kasus Timbunan fiktif di RSUD Namrole, Kabupaten Buru Selatan, hampir tuntas.

Penyidik kejaksaan Negeri (Kejari) Buru sudah hampir merampungkan pemeriksaan saksi.

Selanjutnya, pihaknya segera berkoordinasi dengan BPKP perwakilan Maluku, untuk meminta audit perhitungan kerugiaan keuangan negara.

"Kita akan bersurat secara resmi, untuk meminta perhitungan kerugian keuangan," ujar Kajari Buru, Muhtadi saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (31/5/2021) sore.

Baca juga: Tak Bayar Uang Semester, 18 Ribu Mahasiswa Unpatti Terancam Drop Out

Baca juga: Ombudsman Maluku Sebut Kenaikan Tarif Parkir Semakin Persulit Masyarakat

Dia mengatakan, berdasarkan perhitungan penyidik, kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 376 juta.

"Kasus timbunan ini diperkirakan sekitar Rp 376 juta kerugian keuangan negara, dalam perhitungan penyidik," ujarnya.

Selanjutnya, pihaknya berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Ro. 126 juta.

Uang tersebut dikembalikan enam orang saksi inisial RK, E, AT, JH, S dan J.

"Jadi, masih ada sekita Rp 250 juta yang belum dikembalikan," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved