Breaking News:

Narkoba di Maluku

Pakai Sabu di Rumah, Pemuda di Ambon ini Dituntut 4 Tahun Penjara

JPU juga meminta agar barang bukti berupa narkotika golongan satu jenis sabu-sabu itu dimusnahkan.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Narkoba 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Terdakwa Abdul Rahim alias Dura (30) dituntut pidana penjara selama empat tahun.

Terdakwa tertangkap membawa sabu yang hendak dikonsumsi dirumahnya.

"Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa berupa pidana penjara selama 4 tahun di kurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU), Catherina Lesbata di Pengadilan Negeri Ambon, Kamis (27/5/2021).

JPU juga meminta agar barang bukti berupa narkotika golongan satu jenis sabu-sabu itu dimusnahkan.

"Meminta Majelis hakim agar barang bukti berupa satu amplop putih yang di dalamnya terdapat satu plastik bening berukuran kecil yang berisikan penggalan-penggalan bunyi narkotika jenis sabu-sabu dirampas untuk dimusnahkan," tambah JPU kepada Majelis Hakim, Hamzah Kailul dan Pengacara hukum terdakwa, Dino Huliselan.

Baca juga: Ini Berbagai Keunggulan Fakultas Ekonomi Bisnis Unpatti Ambon

Baca juga: Sebar Foto Bugil Nona Ambon, Nyong NTT Menyesal Dan Minta Keringanan Hukuman

Sebelumnya, JPU mengatakan terdakwa ditangkap sekitar pukul 20. 00 WIT, bertempat di Gunung malintang dekat lapangan bola, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Selasa (15/9/2020).

Dijelaskan, anggota Ditresnarkoba Polda Maluku telah mendapatkan informasi bahwa terdakwa ada memiliki narkotika jenis sabu-sabu.

Berdasarkan informasi tersebut kemudian anggota kepolisian melakukan Pemantauan dan setelah pemantauan kemudian terlihat seseorang yang ciri-ciri sama dengan terdakwa sehingga kemudian terdakwa lalu diringkus.

Saat melakukan penangkapan, didapati satu amplop putih yang didalamnya berisikan penggalan-penggalan bening yang diduga narkotika jenis sabu-sabu.

Terdakwa lalu diinterogasi dan berdasarkan keterangan, terdakwa mendapatkan barang dari acim (DPO) dengan cara terdakwa mentransfer uang kepada Acim.

Terdakwa membeli narkoba itu dengan melakukan transfer uang sebesar Rp 1,3 juta kepada acim (DPO).

Setelah terdakwa mentransfer uang kemudian Aci mengatakan terdakwa mengambil barang di Pelabuhan tulehu dari orang suruhan Acim.

"Setelah terdakwa mengambil barang lalu terdakwa bawa pulang dengan tujuan ingin menggunakan barang tersebut," tambah JPU.

Usai mendengar tuntutan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved