Breaking News:

Waisak 2021

Rayakan Waisak Ditengah Pandemi, Jauwerissa Ajak Umat Buddha di Maluku Sebarkan Kebajikan

aturan pembatasan ibadat yang tertuang dalam panduan Puja Bhakti dan Dharmasanti Waisak tahun 2021 oleh Kementerian Agama Republik Indonesia

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Umat Buddha tengah melakukan Meditasi Waisak di Vihara Swarna Giri Tirta, Gunung Nona, Kota Ambon, Rabu (25/5/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Meski kembali merayakan hari Waisak di tengah pandemic covid-19, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Provinsi Maluku, Wilhelmus Jauwerissa mengajak umat Buddha untuk selalu menyebarkan kebajikan kepada sesama.

“Tidak semata-mata merasa kecewa, tapi sebagai umat kita merasa bahagia, kita memberi kesempatan dapat melakukan kebajikan untuk merayakan.Ssecara umum dan internasional kita berada disituasi yang sama,” ungkap Jauwerissa usai Puja Bakhti dan Mediasi Waisak 2565 Tahun Buddhis/2021 Masehi di Vihara Swarna Giri Tirta, Gunung Nona, Kota Ambon, Rabu (26/5/2021).

Dia menambahkan, aturan pembatasan ibadat yang tertuang dalam panduan Puja Bhakti dan Dharmasanti Waisak tahun 2021 oleh Kementerian Agama Republik Indonesia mesti di atuhi.

Disituasi seperti ini, Jauwerissa menilai, kemanusiaan mesti dipentingkan dan Buddha memahami kondisi umat.

“Karena memang disituasi pandemic ini kita harus antisipasi dan menjaga keselamatan karena ini demi kemanusiaan,” tambahnya.

Suasana Puja Bakhti dan Mediasi Waisak 2565 Tahun Buddhis/2021 Masehi umat Buddha di Di Vihara Swarna Giri Tirta, Gunung Nona, Kota Ambon, Rabu (26/5/2021).
Suasana Puja Bakhti dan Mediasi Waisak 2565 Tahun Buddhis/2021 Masehi umat Buddha di Di Vihara Swarna Giri Tirta, Gunung Nona, Kota Ambon, Rabu (26/5/2021). (TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina)

Baca juga: Ibadah Waisak di Vihara Swarna Giri Tirta Ambon Dibatasi 30 Persen, Hanya Dihadiri 22 Orang

Baca juga: Tarif Parkir Baru Berlaku di Kota Ambon, Louhenapessy; ASN Tak Boleh Melawan

Jauwerissa menjelaskan, umat Buddha tak boleh egois hanya karena pembatasan dilakukan saat rayakan Hari Raya Waisak kali ini.

“Jangan sampai karena suatu hal kita ingin dan ambisi akhirnya membuat klaster-klaster,oleh karena itu kita membatasi diri dan sesuai instruksi menteri agama dan harus kita patuhi sesuai dengan petunjuk pemerintah kota kita harus patuh. Kita bersyukur kita masih diberi kesempatan untuk memuja,” jelasnya.

Waisak merupakan salah satu festival Buddha terpenting dan dikenal sebagai Wesak atau Hari Buddha.

Ini adalah perayaan hari lahir Buddha dan bagi sebagian umat Buddha menandai sebagai menemukan makna hidup.

Waisak juga merupakan waktu umat Buddha untuk merefleksikan ajaran Budha dan apa artinya menjadi Buddhis.

Di tahun 2021, perayaan Waisak di Vihara dibatasi oleh Kementerian Agama dan hanya memperbolehkan 30 persen dari kapasitas ruangan.

Meski demikan protocol kesehatan wajib diterapkan saat peribadatan.

Umat Buddha yang tak bisa melakukan Puja Bakhti dan Mediasi Waisak di Vihara dapat melakukannya di rumah masing.

Panduan ini selengkapnya tertuang dalam Surat Edaran No SE 11 tahun 2021 tentang Puja Bhakti/Sembahyang & Dharmasanti Hari Raya Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis Saat Pandemi Covid. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved