Breaking News:

Waisak 2021

Ibadah Waisak di Vihara Swarna Giri Tirta Ambon Dibatasi 30 Persen, Hanya Dihadiri 22 Orang

Panduan ini tertuang dalam Surat Edaran No SE 11 tahun 2021 tentang Puja Bhakti/Sembahyang & Dharmasanti Hari Raya Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis

TribunAmbon.com/ Tanita Pattiasina
Suasana Puja Bakhti dan Mediasi Waisak 2565 Tahun Buddhis/2021 Masehi umat Buddha di Di Vihara Swarna Giri Tirta, Gunung Nona, Kota Ambon, Rabu (26/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Puja Bakhti dan Mediasi Waisak 2565 Tahun Buddhis / 2021 Masehi hanya dihadiri  22 umat Buddha di Di Vihara Swarna Giri Tirta, Gunung Nona, Kota Ambon, Rabu (26/5/2021).

Pembatasan dilakukan sehubungan dikeluarkannya panduan Puja Bhakti dan Dharmasanti Waisak tahun 2021 oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Panduan ini tertuang dalam Surat Edaran No SE 11 tahun 2021 tentang Puja Bhakti / Sembahyang & Dharmasanti Hari Raya Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis Saat Pandemi Covid.

Pantauan tribunambon.com dilapangan terlihat protokol kesehatan diterapkan saat beribadah.

Masker menutupi wajah umat dan jarak antar umat juga dibatasi.

Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Provinsi Maluku, Wilhelmus Jauwerissa, menyampaikan meski ditengah pandemi, kemanusiaan harus tetap diterapkan.

Penerapan protocol kesehatan diterapkan agar tidak menimbulkan klaster baru.

Baca juga: Rawan Kecelakaan, Traffic Light di Namlea Rusak Total Belum Ada Perbaikan

Baca juga: Waspada Gelombang Tinggi Capai 4 Meter di 5 Wilayah Perairan Maluku

“Jangan sampai karena suatu hal kita ingin dan ambisi akhirnya membuat klaster-klaster ,oleh karena itu kita membatasi diri dan sesuai instruksi menteri agama dan harus kita patuhi sesuai dengan petunjuk pemerintah kota kita harus patuh,” ungkap Jauwerissa usai Sembhayang yang dilakukan di Vihara Swarna Giri Tirta, Gunung Nona, Kota Ambon, Rabu (26/5/2021).

Dia mengharapkan umat tetap bahagai dan menyebarkan kebajikan meski merayakan Waisak ditengah pandemi ini.

“Untuk itu kita melakukan sesuai petunjuk dan koridor yang ada, tidak semata-mata merasa kecewa, tapi sebagai umat kita merasa bahagia, kita memberi kesempatan dapat melakukan kebajikan untuk merayakan dan secara umum dan internasional kta berada disituasi yang sama,” harapnya. (*)

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved