Listrik di Seram Selatan
Demo Soal Listrik di Kantor DPRD, Pemuda Seram Selatan dan Polisi Terlibat Adu Mulut
Aksi unjukrasa terhadap pemadaman listrik di depan Kantor DPRD Maluku Tengah, Selasa (4/5/2021) berlangsung panas.
Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Kontributor Tribunambom, Lukman Mukaddar
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Aksi unjukrasa terhadap pemadaman listrik di depan Kantor DPRD Maluku Tengah, Selasa (4/5/2021) berlangsung panas.
Demo tersebut nyaris ricuh lantaran massa dan polisi sempat bersitegang.
Pasalnya, polisi bersikeras menyuruh pendemo menghentikan aksi orasi di kantor wakil rakyat itu.
Mereka lalu mengusir paksa para pemuda yang datang menyuarakan aspirasi mereka itu.
Dari pantauan TribunAmbon.com, sempat terjadi adu mulut antara polisi dan pendemo.
Baca juga: Unjuk Rasa di Kantor DPRD Malteng, Pemuda Seram Minta Wakil Rakyat Dapil 3 Kawal Tuntutan Mereka
Baca juga: Aksi Pemuda Seram Selatan Berlanjut ke Masohi, Desak Kepala PLN Dicopot
Baca juga: Serbu PLN, Ini 6 Tuntutan Pemuda Seram Selatan
Pendemo juga terlihat merusak tempat sampah dan wastafel pencuci tangan yang ada di depan kantor .
Sepertinya, pendemo kesal lantaran lebih dari dua jam berorasi, namun tak satupun anggota dewan yang datang mendengarkan aspirasi mereka.
Namun, massa akhirnya berhasil didorong keluar ke luar area kantor DPRD.
Kabag Ops Polres Maluku Tengah, Kompol Syarifuddin berdalih aksi demo tidak dilakukan secara prosedural lantaran baru saja menyurati pihaknya.
"Kan suratnya baru dimasukkan semalam. Harusnya pemberitahuan itu, tiga hari sebelum aksi sesuai dengan jaminan UU," katanya.
Hingga berita ini disiarkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung tepat di pintu keluar gedung kantor.
Pengunjukrasa masih berorasi sembari menunggu kehadiran wakil rakyat menemui mereka.
Diketahui, aksi tersebut terkait pemadaman listrik yang kerap terjadi di wilayah kecamatan Tehoru dan Telutih, Maluku Tengah. (*)