Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Hakim Vonis Mantan Kepsek SMK N 3 Banda Neira Sama dengan Tuntutan Jaksa

Majelis hakim telah menjatuhkan vonis kepada Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Banda Neira, Rahman Ladjai.

Hakim Vonis Mantan Kepsek SMK N 3 Banda Neira Sama dengan Tuntutan Jaksa
TribunAmbon.com/Mesya
Ilustrasi persidangan.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Majelis hakim  telah menjatuhkan vonis kepada Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Banda Neira, Rahman Ladjai.

Vonis majelis hakim itu sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Yakni, pidana penjara selama 7 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara.

"Hakim memutuskan menjatuhi hukuman pidana penjara kepada terdakwa Rahman Lajai selama 7 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara," kata Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (5/3/2021).

Baca juga: Partai Ummat di Maluku Bakal Didominasi Anak Muda

Baca juga: Korupsi Dana BOS, Mantan Kepsek SMK N 3 Banda Neira Divonis 7 Tahun Penjara

Terdakwa, Rahman Lajai sekaligus mantan Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Banda itu juga harus membayar kerugian negara sebesar Rp 624.739.200.

Hakim menyebutkan bila tidak diganti dalam kurun waktu satu bulan maka harta benda milik terdakwa akan disita dan dilelang untuk menutupi kerugian tersebut.

Dia juga bakal menjalani kurungan penjara selama setahun, apabila tidak membayar kerugian itu.

Perbuatan terdakwa dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 64 KUHP.

Seperti diberitakan, terdakwa melakukan penyelewangan kucuran dana BOS tahun 2015 - 2019

Padahal, dana BOS tersebut seharusnya digunakan untuk kepentingan sekolah sesuai petunjuk teknisnya.

Terdakwa melakukan mark-up, pencairan uang fiktif, hingga memalsukan tandatangan untuk pencairan gaji guru-guru honor.

Sehingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 624 juta lebih. (*)

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved