Breaking News:

Kasus Korupsi di Maluku

Korupsi Dana BOS, Mantan Kepsek SMK N 3 Banda Neira Divonis 7 Tahun Penjara

Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Banda Neira, Rahman Lajai divonis pidana penjara selama tujuh tahun.

Korupsi Dana  BOS, Mantan Kepsek SMK N 3 Banda Neira Divonis 7 Tahun Penjara
Tribun Ambon/dok_kejati_maluku
DANA BOS - Eks Kepala SMKN 3 Maluku Tengah di Banda Naira, Rahman Ladjai, saat diserahkan ke Rumah Tahanan Kelas II A Ambon, Selasa (9/2/2021) siang. Rahmad ditahan sebelum jalani sidang penuntutan di PN Ambon, karena gelapkan Rp600 juta dana BOS 2015-2019

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Banda Neira, Rahman Lajai divonis pidana penjara selama tujuh tahun.

Dia dinyatakan bersalah menggelapkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

"Memutuskan menjatuhi hukuman pidana penjara kepada terdakwa selama 7 tahun penjara," kata Ketua Majelis Hakim, Pasti Tarigan di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (3/5/2021) siang.

Terdakwa juga dihukum membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider 6 bulan penjara.

Baca juga: Ketahuan Pakai Ganja di Indekos, Marasabessy Dihukum Setahun Penjara

Baca juga: Ini Kader PAN yang Bakal Pimpin Partai Ummat di Maluku

Hakim juga mengatakan, terdakwa wajib membayar kerugian negara sebesar Rp 624.739.200.

Apabila tidak diganti dalam kurun waktu satu bulan  maka harta benda milik terdakwa akan disita dan dilelang untuk menutupi kerugian, serta penambahan kurungan penjara selama setahun.

Hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 64 KUHP.

Seperti diberitakan, terdakwa melakukan penyelewangan kucuran dana BOS tahun 2015 - 2019

Padahal, dana BOS tersebut seharusnya digunakan untuk kepentingan sekolah sesuai petunjuk teknisnya.

Terdakwa melakukan mark-up, pencairan uang fiktif, hingga memalsukan tandatangan untuk pencairan gaji guru-guru honor.

Sehingga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 624 juta lebih. (*)

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved