Nelayan Hilang
Nelayan dari Negeri Haria Maluku Tengah Hilang Saat Melaut, Pencarian Masih Berlangsung
Dirinya kemudian mengikat tali 'sauh' bersebelahan dengan korban. Sekira pukul 18.30 WIT dirinya dan Roy Souhoka
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Fandi Wattimena
Ringkasan Berita:
- Nelayan Asal Negeri Haria Roy Souhoka dikabarkan hilang saat melaut.
- Kejadian hilangnya baru diketahui pada, Kamis (9/4/2026) sekira pukul 07.00 WIT.
- Pencarian pun masih berlangsung.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Seorang nelayan, Roy Souhoka (41) beralamat di Negeri Haria, Maluku Tengah hilang saat melaut.
Kejadian hilangnya Roy Souhoka baru diketahui pada, Kamis (9/4/2026) sekira pukul 07.00 WIT.
Berdasarkan keterangan warga setempat, Pieter Selanno (49), kejadian bermula pada Rabu (8/4/2025) sekira pukul 18.00 WIT, Pieter Selanno yang turut melaut pada saat itu sedang mencari umpan, dimana posisinya bersebelahan dengan Roy Souhoka.
Pieter menyebut, Roy Souhoka lebih dulu sudah ada di laut untuk mencari umpan.
Dirinya kemudian mengikat tali 'sauh' bersebelahan dengan korban. Sekira pukul 18.30 WIT dirinya dan Roy Souhoka menuju Body cabu-cabu (istilah nelayan Haria) untuk beristirahat sambil menunggu umpan.
"Di dalam body cabu-cabu itu ada beberapa orang yang sudah beristirahat," ujar Pieter.
Baca juga: Tahun 2025, Serapan Belanja Daerah di Maluku Tengah Capai 88,22 Persen
Baca juga: Kasus Bansos: Mantan Pj Bupati Mat Marasabessy Diperiksa Jaksa Selama Delapan Jam
Keesokannya, tepat Kamis (9/4/2026), sekira pukul 5.30 WIT Pieter dan Roy sudah mendapatkan umpan, dan mulai memancing di seputaran Labuhan Haria.
"Selang berapa waktu cuaca angin Barat Daya bertiup, kemudian Beta lihat Roy mengangkat jangkar body dan kembali ke darat," jelas Pieter yang kerap disapa Erik.
Ia memperkirakan, jarak 75 meter antara dirinya dan Roy, sekira pukul 06.30 WIT ia melihat speedboat milik Roy yang berjalan sendiri tak melihat Roy di dalam speedboat. Ia kemudian membawa speedboat milik Roy ke pesisir pantai.
"Beta menghalangi body kemudian tarik menuju pesisir pantai lingkungan 01 depan pos BKO TNI Porto-Haria," tutur Pieter.
Pieter masih sempat menuju area pertama saat Roy memancing namun tidak menemukannya. Selanjutnya ia memberitahukan kejadian tersebut kepada nelayan dan warga sekitar hingga dilakukan pencarian.
Sekira pukul 07.00 WIT para warga menemukan topi jerami milik korban disekitar Pelabuhan Negeri Porto.
Setelah mendapat informasi tersebut, Pemerintah Negeri Haria, Camat Saparua menuju lokasi dan berkomunikasi dengan Pieter dan istri korban.
Camat Saparua kemudian berkomunikasi dengan Tim Basarnas Ambon terkait kejadian orang hilang .
Hingga saat ini pencarian terus dilakukan oleh pemerintah Negeri Haria bersama masyarakat menggunakan speedboat trans, dan ketinting milik warga. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/haria-orang-hilang.jpg)