Breaking News:

Ambon Hari Ini

Nona Ambon Bakal Mendekam 8 Bulan di Penjara Gara-gara Sindir Orang di Status Facebook

Jaksa penuntut umum (JPU) menilai dia bersalah melakukan pencemaran nama baik terhadap temannya sendiri.

(Digital Trends)
Ilustrasi Facebook. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Terdakwa kasus pencemaran nama baik lewat akun facebook, Desi, dituntut 8 bulan penjara.

Jaksa penuntut umum (JPU) menilai Desi bersalah melakukan pencemaran nama baik terhadap temannya sendiri.

"Kami jaksa penuntut umum dalam perkara ini memperhatikan undang-undang yang bersangkutan menuntut supaya majelis hakim pengadilan negeri Ambonn yang memeriksa perkara ini memutuskan menjatuhkan pidana selama 8 bulan," tutur jaksa di PN Ambon, Selasa (27/4/2021).

Baca juga: Masyarakat di Maluku Bebas Mudik Pakai Armada Ferry

Baca juga: Warga Namlea dan Masohi Dilarang Mudik, Umasugi dan Tuasikal Bakal Tutup Jalur

Baca juga: Murad Perbolehkan Mudik, ASDP Ambon Hanya Layani Logistik dan Hentikan  Sementara Penjualan Tiket

Nona Ambon itu dituntut melanggar pasal 45 ayat (3) jo Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia dianggap terbukti mencemarkan nama baik lewat media sosial.

Kasus ini sendiri berawal saat Desi dilaporkan gara-gara diduga mencemarkan nama baik temannya melalui facebook.

Desi mengaku melakukannya emosi karena merasa korban menghina kedua orang tuanya.

Terdakwa mengunggah status di laman facebook dengan isi postingan yang menyebutkan nama korban DD, 28 Mei 2020 lalu.

Sebelum menyebutkan nama korban, terdakwa lebih dahulu melakukan dua kali revisi atas unggahannya.

Korban yang tidak berteman dengan terdakwa di media sosial itu, mengetahui status tersebut dari kakak kandung korban sekitar pukul 21.00 WIT.

Korban tersinggung dan kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian Maluku tanggal 29 Mei 2020.

Kedua pihak sempat melakukan mediasi. Namun tak menemukan titik temu, hingga akhirnya korban melanjutkan perkara. (*)

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Salama Picalouhata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved