Breaking News:

Korupsi Baju Linmas

Kasatpol PP Buru Beli Sendiri Baju Linmas di Bandung, Pemiliknya Diperiksa Jaksa Minggu Ini

Saat ditanya kemungkinan Kasat Pol PP Kabupaten Bursel, Asnawy Gay sebagai tersangka, dia hanya tertawa dan menjawab akan mengumumkannya nanti.

TribunAmbon.com/ Salma Picalouhata
Kepala Kejaksaan Negeri Buru, Muhtadi 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Salma Picalouhata

NAMLEA, TRIBUNAMBON.COM – Pihak Kejaksaan Negeri Buru masih belum berani menyebutkan nama calon kasus dugaan tindak pidana korupsi Perlengkapan dan Pakaian Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buru Selatan (Bursel), Tahun 2015-2019 lalu. Meskipun status kasusnya sudah naik ke tingkat penyidikan.

”Nanti. Kami masih belum bisa sebutkan siapa yang akan menjadi tersangka dalam kasus tersebut,” kata Kajari Buru, Muhtadi di Studio TribunAmbon.com, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon, Senin (26/4/2021).

Saat ditanya kemungkinan Kasat Pol PP Kabupaten Bursel, Asnawy Gay sebagai tersangka, dia hanya tertawa dan menjawab akan mengumumkannya nanti.

“Kasatpol PP sudah diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Tapi saat ini, calon tersangka saya tidak bisa sebutkan secara pasti,” ujar dia.

Dia tidak menampik Kasatpol PP melakukan pembelian baju anggotanya sendiri.

Dia bahkan menyebut, Kasatpol PP memanfaatkan salah satu vendor di Bandung.

“Satu dua minggu lagi nama tersangka diumumkan. Kami masih memeriksa toko pakaian di Bandung,” jelasnya.

Baca juga: Kajari Buru Bikin Janji Baru; Bulan Depan Penyidikan Kasus Korupsi Dana MTQ Tuntas

Baca juga: Gubernur Maluku Murad Ismail Perbolehkan Mudik Asal Punya Surat Rapid Tes Antigen

Dia melanjutkan, rencananya pemeriksaan pemilik toko di Bandung itu akan dilakukan dalam minggu ini.

“Minggu ini pemeriksaan vendor di bandung. Penyidik langsung ke bandung,” ujar dia.

"Kami akan mengungkapkan siapa yang jadi pelaku, setelah alat buktinya semua sudah lengkap," ungkapnya.

“Bukti-bukti sudah cukup memadai, hanya saja kita memastikan beberapa keterangan dan alat bukti, untuk menentukan jumlah, kerugian keuangan negara,” lanjutnya.

Katanya, kejaksaan serius mencari orang yang telah menimbulkan kerugian negara dalam perkara tersebut.

Dugaan tindak pidana korupsi baju Linmas Satpol PP ini, ditaksir merugikan negara sebesar Rp 400 juta.

Pakaian dinas yang pengadaannya dibiayai dengan APBD Kabupaten Bursel, seharusnya dibagikan secara gratis kepada puluhan anggota Satpol PP sejak tahun 2015-2019. Namun, dalam prakteknya, malah dijual lagi ke anggota Satpol PP. (*)

Penulis: Salama Picalouhata
Editor: Fandi Wattimena
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved