Breaking News:

Peredaran Narkoba di Ambon

Dua Oknum ASN Jadi Tersangka Kasus Narkoba, DPRD Minta Pengawasan di Rutan dan Lapas Diperketat

Barang haram ini dengan mudah masuk ke Lapas atau Rutan karena ada keterlibatan orang dalam atau oknum pegawai.

TribunAmbon.com/Mesya
PENGAWASAN TAHANAN - Kapolda Maluku, Irjen Pol Refdi Andri di dampingi Direktur Reskrimum, Direktur Intelkam, Kabid Humas dan yang mewakili Direktur Tahti Polda Maluku, menerima kunjungan silaturahmi dari Kakanwil Kamenkumham Provinsi Maluku, Andi Nurka, yang juga didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan dan Kepala Divisi Keimigrasian, di ruang kerjanya, Senin (18/1/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku, Amir Rumra minta pengawasan di Rutan dan Lapas diperketat.

Hal itu menyusul Keterlibatan dua Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Wilayah (Kanwil) Hukum dan HAM Provinsi Maluku dalam dugaan kasus jaringan narkotika antar provinsi,

"Kepala Lapas dan Kepala Rutan harus benar-benar selektif dan terus tingkatkan pengawasan," kata Amir Rumra saat dihubungi TribunAmbon.com melalui telepon, Minggu (18/4/2021) siang.

Dia menyebut, narkoba sulit diberantas apabila masih ada aparat hukum yang melindungi barang haram tersebut.

Untuk itu, dirinya meminta kepada Kalapas maupun Karutan untuk benar-benar tegas kepada ASN. Sebab peristiwa seperti ini sudah sering berulang.

Baca juga: Bangunkan Sahur, Pemuda Kate-Kate Dapat Ratusan Ribu Rupiah

Baca juga: Kapal Tanker Yunani Mondar-mandir di Perairan Maluku

Baginya, Maluku tidak berhenti dari peredaran narkoba jika ada ASN atau aparat keamanan masih terlibat.

"Jangan kita teriak di luar tapi malah di dalam yang bermain. Mestinya, di dalam kan yang harus jadi contoh. Kalau di dalam bermain, maka berantas narkoba hanya wacana, sebab ada oknum ASN melindungi itu," ungkapnya.

Menurutnya, kasus narkoba di Lapas Kelas IIA bukan baru kali ini. Pada tahun-tahun sebelumnya, terjadi juga kasus yang sama.

Dikatakan, barang haram ini dengan mudah masuk ke Lapas atau Rutan karena ada keterlibatan orang dalam atau oknum pegawai.

"Adanya keterlibatan dua orang ASN Kanwil Hukum dan Ham Maluku ini telah membuka mata kita bahwa orang dalam sendiri lah yang masih belum serius memberantas narkotika," tutur Amir Rumra. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved