Breaking News:

Peredaran Narkoba di Ambon

Petugas Rutan dan Lapas Terlibat Jaringan Narkoba Terancam Dipecat

Dua oknum sipir itu akan disanksi berat jika terbukti terlibat dalam peredaran narkoba.

Courtesy/ BNNP Maluku
Barang bukti sitaan jaringan narkotika di Rutan Ambon. 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dua oknum sipir di lingkup Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Maluku terlibat peredaran narkotika terancam dipecat.

Keduanya yakni IR, petugas penjaga tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Ambon dan RA yang ditugaskan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon.

Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Husaini mengatakan keduanya terancam dipecat jika terbukti terlibat dalam kasus narkoba.

"Kemungkinan akan diberhentikan jadi ASN, dan contoh bagi lain," ujarnya, Selasa (6/4/2021) kemarin.

Dia mengaku tidak menyangka anak buahnya terlibat peredaran barang haram itu. Padahal pihaknya telah mengingatkan berulangkali agar tidak terlibat masalah narkoba.

Baca juga: Petugas Rutan dan Lapas di Ambon Diduga Terlibat Jaringan Narkoba

Baca juga: Narapidana Kasus Narkoba Duduki Peringkat Pertama di Maluku

Seperti diberitakan, keduanya ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku tidak berapa lama setelah penangkapan RB di dalam Rutan, Senin (5/4/2021) siang.

RB adalah terduga bandar narkotika yang mengontrol penjualan sabu dari balik jeruji Rutan Ambon.

"RA ditangkap dirumahnya di kawasan Halong, Kecamatan Baguala," kata Kepala BNNP Maluku, Brigjen MZ Muttaqien kepada TribunAmbon.com melalui panggilan telepon, Selasa (6/4/2021) sore.

Lanjutnya dijelaskan, penangkapan RB bermula dari dua orang kurir yang ditangkap di dua tempat yang berbeda.

Yakni VN yang ditangkap di Bandara Pattimura dan EP di kawasan Poka, Senin pagi.

Dari tangan VN aparat mengamankan 50 gram sabu yang kemudian diketahui milik RB.

"50 gram itu senilai Rp 150 juta," ujarnya.

Penangkapan para kurir jaringan RB ini melibatkan aparat Lanud Pattimura Ambon, Polsek Bandara dan dibantu petugas Angkasa Pura I selaku otoritas bandara.

"Saat ini mereka resmi ditahan di Markas BNNP," katanya. (*).

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Salama Picalouhata
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved