Breaking News:

Maluku Terkini

Guru SDN 9 Masohi Wajib Kenakan Pakaian Adat, Ini Alasannya

Saat ditemui, Kepala Sekolah, Mariance Wila Dida mengaku penggunaan pakaian adat telah diterapkan sejak tahun 2017.

TribunAmbon.com/ Lukman Mukadar
Tenaga pengajar di SD Negeri 9 Masohi, Maluku Tengah mengenakan pakaian adat saat proses belajar mengajar. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

MASOHI, TRIBUNAMBON.COM – Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengenalkan keberagaman adat budaya Indonesia kepada siswa siswi sekolahan. Seperti yang dilakukan tenaga pengajar di SD Negeri 9 Masohi, Maluku Tengah, Yakni dengan mengenakan pakaian adat saat proses belajar mengajar.

Saat disambangi TribunAmbon.com, para guru, termasuk kepala sekolah tingkat dasar ini tampil beda dengan pakaian adat dari berbagai daerah.

Diantaranya, pakaian adat Rote dari Nusa Tenggara Timur (NTT) , Baju Koboroko dari Buton Sulawesi Tenggara, Baju Cele dari Maluku, dan pakaian adat Dayak ngaju Kalimantan Timur.

Saat ditemui, Kepala Sekolah, Mariance Wila Dida mengaku penggunaan pakaian adat telah diterapkan sejak tahun 2017.

Yakni setiap akhir bulan atau sehari sebelum hitungan bulan berakhir mereka diwajibkan mengenakan pakaian adat.

Ini dilakukan untuk mengenalkan pakaian khas setiap daerah kepada para siswa.

Baca juga: Siap-siap Tenaga Guru di Masohi Segera Divaksin

Baca juga: Mencuri Untuk Beli Minuman Keras, Seorang Pemuda di Masohi Ditangkap Polisi

“Memperkenalkan ke siswa tentang budaya dan perbedaan ciri khas pakaian adat tiap daerah,"Kata Wila Dida di Ruang Kerjanya, Rabu (31/3/2021) pagi.

Lanjutnya, kepada para siswa, juga dijelaskan tentang keberagaman sebagai warna yang menyatukan Indonesia.

"Dari situlah bisa terbina kesatuan persatuan menghormati menghargai satu sama lain dalam perbedaan," jelasnya.

Dalam berpakaian kata Kepsek, tiap guru diberi kebebasan menggunakan pakaian adat apa saja asalkan ada nuansa kedaerahan atau suku.

"Jadi setiap akhir bulan ditunjukan laksanakan bulan budaya. Jadi semua guru boleh berpakaian dari mana saja boleh (bebas) asalkan pakaian adat daerah," tandasnya. (*)

Penulis: Lukman Mukadar
Editor: Fandi Wattimena
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved