Breaking News:

Protes Pengungsi Ongkoliong

Diusir Satpol PP, Anak-Anak Pengungsi Ongkoliong Teriak Janji Palsu Pemerintah Kota Ambon

“Pemerintah janji palsu, kalian tidak merasakan kondisi kami di pengungsian,” teriak Fika Usemahu, dari luar pagar Kantor Balai Kota di Jl. Sultan Hai

TribunAmbon.com/Fandi
AMBON: Sejumlah anak korban kebakaran Kompleks Ongkoliong, Batu Merah, Kota Ambon, Senin (29/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Sejumlah anak pengungsian terus berusaha menyampaikan tuntutan mereka meski telah diusir petugas Satuan Polisi Pamong Praja dari halaman kantor Wali Kota Ambon, Senin (29/3/2021) siang.

“Pemerintah janji palsu, kalian tidak merasakan kondisi kami di pengungsian,” teriak Fika Usemahu, dari luar pagar Kantor Balai Kota di Jl. Sultan Hairun, Senin.

Teriakan Fika juga disahut teman sejawatnya dengan harapan pemerintah dapat mendengar keluhan korban kebakaran Kompleks Ongkoliong, Desa Batu Merah, 29 Maret 2020 itu.

Fika sendiri adalah salah korban, klinik kesehatan milik orang tuanya terbakar dan terpaksa ibunya harus mencari alternatif lain agar siswi tingkat II di SMP Negeri 6 itu tidak putus sekolah.

Kepada TribunAmbon.com, Fika pun hanya bisa berharap pemerintah daerah menunaikan janji bantuan Rp 15 juta untuk meringankan beban mereka.

“Seperti yang diminta, kami datang menagih janji pemerintah,” ujarnya.

Puluhan warga korban kebakaran di kawasan Ongkoliong, Desa Batu Merah tengah berdemo di Balai Kota Ambon, Senin (29/3/2021)
Puluhan warga korban kebakaran di kawasan Ongkoliong, Desa Batu Merah tengah berdemo di Balai Kota Ambon, Senin (29/3/2021) (Tanita Pattiasina)

Baca juga: Pengungsi Kebakaran Ongkoliong; Bentar Lagi Ramadhan, Kami Masih Tempati Tenda Bocor

Sementara itu, Koordinator Aksi, Wais Alkarni mengaku kecewa dengan sikap Asisten Pemerintahan Kota Ambon, Elkyopas Silooy yang malah mengusir puluhan pengungsian yang datang menagih janji pemerintah.

Dia pun mengancam akan kembali mengelar aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih besar dalam pekan ini.

“Kecewa dengan sikap pejabat pemerintahan itu, jadi kami akan datang dengan massa yang lebih banyak lagi,” tegasnya.

Sebelumnya, puluhan warga itu mendatangi kantor Wali Kota Ambon sejak, Senin pagi.

Mereka memaksa bertemu dengan Sekretaris Kota Ambon, AG Latuheru yang pernah menjanjikan bantuan tunai Rp. 15 Juta kepada korban kebakaran dalam pertemuan di Balai Desa batu Merah, 1 April 2020.

Namun, keinginan itu tidak kesampaian, mereka lebih dulu diusir petugas Satuan Polisi Pamong Praja dari halaman kantor Wali Kota Ambon usai ditemui Elkyopas Silooy. (*)

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved