Maluku Terkini
Murad Akan Bertemu Jokowi Bahas Pengembangan Kawasan Pusat Perikanan Terpadu di Maluku
Murad pun meminta doa dari masyarakat agar rapat itu nantinya menghasilkan keputusan-keputusan penting bagi percepatan pembangunan sektor perikanan.
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Gubernur Maluku, Murad Ismail, akan menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/3/2021), untuk membahas pengembangan kawasan pusat perikanan terpadu di Provinsi Maluku.
“Presiden sangat ingin membangun sektor perikanan Maluku, mengingat potensi perikanan daerah kita yang sangat besar,” kata Murad Ismail melalui pers rilis yang diterima TribunAmbon.com, Minggu (28/3/2021).

Murad pun meminta doa dari masyarakat agar rapat itu nantinya menghasilkan keputusan-keputusan penting bagi percepatan pembangunan sektor perikanan di Provinsi Maluku.
“Dan semoga akan direalisasikan pembangunan kawasan yang akan menjadi pusat perikanan terpadu dan terintegrasi,” ujarnya.
Dia melanjutkan, realisasi dari pembangunan kawasan perikanan terpadu ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong dan merealisasikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional.
Baca juga: Jokowi Target 2 Tahun Pembangunan Ambon New Port
Baca juga: Pengusaha Perikanan Minta Jokowi Bantu Ekspor Dilakukan Langsung dari Maluku
“Semoga dengan direalisasikan rencana besar ini, akan berujung pada kesejahteraan masyarakat, dan juga peningkatan ekonomi daerah,” kata dia.
Untuk diketahui, sejumlah petinggi negara juga akan menghadiri rapat tersebut.
Mereka di antaranya, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Menteri Perhubungan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Jaksa Agung, Deputi Bidang Dukungan Kerja Kabinet Sekretariat Kabinet, serta Koordinator Staf Khusus Presiden.