Kunker Jokowi ke Maluku

Pengusaha Perikanan Minta Jokowi Bantu Ekspor Dilakukan Langsung dari Maluku

Hal itu disampaikan sejumlah pengusaha perikanan saat Jokowi mendatangi Pelabuhan Yos Sudarso, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kami

Penulis: Salama Picalouhata | Editor: Adjeng Hatalea
Courtesy / Youtube Sekretariat Presiden
AMBON: Presiden RI, Jokowi saat mengunjungi Pelabuhan Yos Sudarso, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (25/3/2021) pagi ini. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Salama Picalouhata

TRIBUNAMBON.COM –Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta membantu proses ekspor bisa dilakukan langsung dari Maluku.

Hal itu disampaikan sejumlah pengusaha perikanan saat Jokowi mendatangi Pelabuhan Yos Sudarso, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Kamis (25/3/2021) pagi ini.

“Kalau bisa Pak Jokowi membantu kami melakukan ekspor langsung dari Maluku,” ujar Daniel Rusli dari PT Samudera Indo Sejahtera Tual.

AMBON: Seorang pengusaha perikanan saat menyampaikan keluhannya di hadapan Presiden RI, Jokowi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Kamis (25/3/2021).
AMBON: Seorang pengusaha perikanan saat menyampaikan keluhannya di hadapan Presiden RI, Jokowi di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Kamis (25/3/2021). (Courtesy / Youtube Sekretariat Presiden)

Dia menyebut, selama ini mereka harus mengekspor ikan ke sejumlah negara melalui Jakarta.

Hal itu membuat beban operasional meningkat dan memakan waktu.

“Hanya sebagian dijual lokal, dan sebagian diekspor ke Malaysia dan Singapura. Itupun tidak dilakukan secara langsung dari Maluku,” kata Daniel.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan ke Jokowi, potensi perikanan di Maluku memang melimpah namun tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.

Seperti diketahui, kawasan Maluku memiliki potensi perikanan yang besar. Maluku dinilai dekat Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia titik 714, 715, dan 718.

Di tiga titik tersebut, KKP memetakan potensi perikanan yang ada mencapai 950.000 ton per tahun dengan target produksinya sebesar 665.000 ton per tahun.

“Namun, potensi perikanan itu tidak bisa dimanfaatkan dengan baik. Industri di Pulau Jawa yang mengambil keuntungan dari potensi perikanan yang ada,” ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved