Breaking News:

Ambon Terkini

Pemkot Ambon Tidak Akan Intervensi Pranata Adat Negeri

Dia mengatakan, pemkot Ambon menjunjung nilai adat yang ada di tiap –tiap Negeri Adat di Kota Ambon.

TribunAmbon.com/insany
Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy di ruang kerjanya di Balai Kota Ambon. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy menyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) tidak akan mengintervensi maupun campur tangan dalam Pranata Adat seluruh Negeri di daerah pemerintahannya.

Hal itu disampaikan Louhanapessy dalam acara Peresmian Saniri Negeri Batu Merah, pergantian antar waktu (PAW) Saniri Desa Halong dan Rumah Tiga serta BPD Negeri Hunuth Durian Patah di Balai Kota Ambon, Jumat (19/3/2021).

Dia mengatakan, pemkot Ambon menjunjung nilai adat yang ada di tiap –tiap Negeri Adat di Kota Ambon.

Dia melanjutkan, pemkot hanya akan menerima hasil kerja pemerintah Negeri melalui musyawarah masyarakat.

“Kita hanya akan menerima hasil kerja daripada masyarakat melalui musyawarah masyarakat, apabila seandainya ada yang berkeberatan silahkan aja menempuh jalur hukum,” ungkapnya.

Menurutnya, hal itu sama halnya dengan keberatan yang diajukan oleh puluhan warga Batu Merah terkait Saniri Negeri yang baru diresmikan.

“Kalau putusan pengadilan misalnya mengharuskan mengadakan perjanjian, pemerintah kota upayakan penyerahan hukum secara adil dan benar,” tambahnya.

Tercatat, Kota Ambon memiliki 20 Negeri setara dengan desa dan 10 Desa yang tersebar di 5 Kecamatan.

Yakni, lima negeri di Kecamatan Nusaniwe, tiga Negeri di kecamatan Sirimau, dua negeri di Kecamatan teluk Ambon Baguala, dua negeri di kecamatan Teluk Ambon, serta delapan Negeri di Kecamatan Leitimur Selatan.

Penulis: Tanita Pattiasina
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved