Maluku Terkini

Bupati Seram Bagian Barat Larang Meliput, Wartawan Langsung Diusir dan Dipukul Orang Terdekatnya

Mereka akhirnya tidak meliput kegiatan itu dan memilih menunggu sekda yang saat itu ikut hadir di kegiatan tersebut.

Penulis: Fandi Wattimena | Editor: Salama Picalouhata
Courtesy/ MalukuNews.co
Sejumlah wartawan diusir dari Kantor Bupati Seram Bagian Barat, Jumat (5/3/2021). 

Laporan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Bupati Seram Bagian Barat (SBB) Yasin Payapo melarang sejumlah wartawan meliput.

Hal itu terjadi ketika tiga wartawan hendak meliput kegiatan seminar kelautan yang dilakukan pemkab.

"Kita ke lokasi kegiatan dan saat sampai lantai 3 pak bupati sedang berdiri di ujung tangga dan langsung mengusir kami pergi, pak bupati melarang kami meliput," kata seorang wartawan di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Yasmin Bali via telepon seluler, Jumat (5/3/2021).

Semula, Yasmin yang diketahui merupakan wartawan media online Malukunews.co dan dua rekan wartawannya hendak mewawancarai Sekretaris Daerah setempat, Mansyur Tuharea.

Namun, saat mereka tiba di kantor bupati ternyata ada kegiatan seminar tersebut.

Menurut Yasmin setelah diusir dia dan dua rekan wartawannya itu langsung turun ke lantai 2 kantor bupati.

Mereka akhirnya tidak meliput kegiatan itu dan memilih menunggu sekda yang saat itu ikut hadir di kegiatan tersebut.

Baca juga: 475 Pelanggar Prokes Terjaring Selama PSBB Transisi Tahap 13, 58 di Antaranya Reaktif

Baca juga: Di Maluku Tengah Bukan Bupati yang Pertama Divaksin tapi  Wartawan

"Karena tujuan kita itu untuk mewawancarai Pak Sekda. Jadi setelah kegiatan selesai dan peserta sudah mulai ke luar ruangan kita kembali naik ke lantai 3 untuk menemui pak Sekda," ungkapnya.

Menurut Yasmin saat kembali ke lantai 3, bupati yang saat itu sedang diwawancarai sejumlah wartawan langsung memanggil ajudannya dan membisikan sesuatu kepadanya.

"Jadi pak bupati pas lihat saya muncul dia langsung stop wawancara dan panggil ajudannya, saya tidak tahu apa yang dibilang tapi setelah itu saya didatangi anggota Satpol PP dan menyuruh saya pergi, anggota satpol PP itu sampai bilang tolong mengerti saya," ungkapnya.

Yasmin sendiri mengaku tidak merasa memiliki masalah pribadi dengan bupati Yasin Payapo.
Dia mengatakan tindakan pemukulan itu terjadi saat dirinya tengah berdiri bersama Sekda di lantai 3.

Saat itu ia langsung mengeluarkan kamera untuk mengambil gambar, namun tiba-tiba seseorang yang diketahui bernama Galip Warang langsung menghampirinya.

"Pelaku namanya Galip Warang dia tiba-tiba datang langsung menahan kerak baju saya dan memukuli saya di bagian rusuk," katanya.

Salah seorang rekan Yasmin yang saat itu berada di lokasi kejadian, mengaku Yasmin sempat dipukuli dua kali namun pukulan pertama tidak mengena tubuhnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved