Breaking News:

BMKG: Angin Maluku Bisa 40 km/Jam, Hujan Hingga 21 Februari 2021, Apa yang Terjadi Sesungguhnya?

Ada Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin yang berpotensi membuat awan hujan, dan gelombang laut di kawasan Indonesia

Tribun Ambon/tanita_pattiasina
JEMBATAN MERAH PUTIH - Jembata Merah Putih di kawasan Tantui dan Posso, saat cuaca hujan deras di Kota Ambon, Senin (18/1/2021) pagi. BMKG dan situs Weather Channel memperkirakan hujan di kota Ambon hingga sepekan kedepan 

Laporan wartawan TribunAmbon.com; Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM -- Otoritas prakiraan cuaca dan iklim Indonesia memprediksi anomali iklim dan cuaca ekstrem akan melanda sebagian besar wilayah Maluku, dan 25 provinsi di Indonesia,  selama sepekan ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mawas.

Kecepatan angin laut bisa mencapai 30 - 40 km/jam.

Hujan skala ringan hingga intensitas lebat diprediksi hingga 7 hari kedepan.

Cuaca ekstrem diprakirakan mulai tanggal 15 hingga 21 Februari 2021.

Weather Channel, situs prakiraan cuaca akurat dunia, bahkan memprediksi potensi hujan skala 40 % hingga 80% akan terjadi hingga Jumat (26/2/202) pekan depan.

Puncak hujan hingga 80% diperkirakan melanda Ambon dan sekitarnya, Minggu (20/2/2021).

Gambar Citra satelit dari BMKG  dan peta prakiran cuaca juga mengkonfirmasikan fenomena ini.

PETA Cuaca Indonesia 16 Februari 2021. BMKG menyebut cuaca ekstrem mulai 15 hingga 21 Februari 2021 adalah efek gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin.
PETA Cuaca Indonesia 16 Februari 2021. BMKG menyebut cuaca ekstrem mulai 15 hingga 21 Februari 2021 adalah efek gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin. (BMKG_2021)

Hujan intensitas lebat, kilat/petir, dan badai angin berpotensi bertiup mendadak.

Prediksi itu mulai terlihat dampaknya hari terakhir.

Hujan intensitas lebat, kilat/petir, dan badai angin berpotensi bertiup mendadak.

Prediksi itu mulai terlihat dampaknya hari terakhir.

Di Ambon, ibu kota Maluku, Minggu (14/2/2021) pagi, nelayan tradisional dari Kampung Airlouw, Negeri Nusawine, meninggal dunia, setelah kapalnya tenggelam di Teluk Ambon luar.

Selasa (16/2/2021) dini hari, angin kencang disertai hujan, satu rumah di RT 03/RW 010 Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Informasi Stasiun Meteorologi BMKG Ambon menyebutkan kecepatan angin Selasa dini hari mencapai 40 Km/Jam.

"Itu terhitung angin kencang jika sudah di atas 30 km/Jam," ujar FOD Pattimura, Merson Panggua, kemarin.

Dia bahkan menyinggung potensi angin kencang hingga sebulan kedepan.

“Tidak tiap hari, namun masih berpeluang terjadi hingga sebulan kedepan," ujar

Kepala Seksi Observasi dan Informasi, Stasiun Meteorologi, Wilhemina Paays juga mengkonfirmasikan fenomena cuaca di masa transisi ini. (*)

Halaman
Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Nur Thamsil Thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved