Breaking News:

Maluku Terkini

Napi Kekerasan Anak Dominasi Penjara di Maluku, 61% Napi Korupsi Diterungku di Ambon

Dari total 1,464 jumlah napi di lembaga pemasyarakat di 11 kabupetan/kota di Maluku, tercatat 524 narapidana kasus perlindungan anak.

Napi Kekerasan Anak Dominasi Penjara di Maluku, 61% Napi Korupsi Diterungku di Ambon
fandi wattimena/dok kemenkumham maluku
KAKANWIL MALUKU_ kepala Kantor Kemenkum HAM Maluku Andi Nurka di sebuah acara sosialisasi hukum di Ambon tahun 2020 lalu.

Dari data Kemenkum HAM juga mengungkap data itu tercatat hingga Februari 2021.

Dari total itu, sebanyak 38% nya menjalani masa hukuman dan pemasyatakatan di Kota Ambon.

Di Kota Ambon sendiri terdapat empat lembaga pemasyarakatan.

Ini terdiri masing-masing  satu Lapas di Nania,  Rumah tahanan di Waiheru,, Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Baguala, dan Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) di Negeri Lama, Baguala.

Sekadar diketahui, kemenkum HAM wilayah Maluku membawahi 15 unit pemasyarakatan.

Ini terdiri dari 11 Lembaga Pemasyarakatan, dua rumah tahanan, 1 LPKA dan 1 LPP.

Tiga Napi Rutan Masohi dipindahkan ke Rutan Polres Maluku Tengah karena terlibat peredaran narkoba di dalam rutan
Tiga Napi Rutan Masohi dipindahkan ke Rutan Polres Maluku Tengah karena terlibat peredaran narkoba di dalam rutan (Lukman Mukadar)

Ke-11 unit pemasyarakatan ini berada di 12 daerah di Maluku.

Di Ambon, narapidana kasus kekerasan anak berjumlah 128 di Lapas Ambon, ada 22 di LPKA, 3 napi di LPP dan 45 napi di Rutan Ambon.

Yang mengejutkan narapidana kasus anak justru diterungku di LP Saumlaki, di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Sedangkan di Rutan  Masohi tercatat 51 napi. Ini terbanyak ketiga di Maluku setelah 4 unit lapas di Kota Ambon dan Tanimbar.

Halaman
123
Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Nur Thamsil Thahir
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved