Maluku terkini

Komunitas Ini Sulap Sampah Jadi Paving Block

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Hatuhaha (FKMH) Ambon, menyulap sampah menjadi paving block.

Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Adjeng Hatalea
TribunAmbon.com/Mesya
SAMPAH - Forum Komunikasi Mahasiswa Hatuhaha (FKMH) Ambon, melakukan bakti sosial di 5 negeri yang ada di Pulau Haruku dan membuat paving block dari sampah yang dikumpulkan, Senin (19/1/2021) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Hatuhaha (FKMH) Ambon, menyulap sampah menjadi paving block.

Awalnya, sejumlah mahasiswa asal Pulau Haruku ini melakukan bakti sosial di lima negeri yang tersebar di pulau tersebut. Yakni Negeri Hulaliu, Pelauw, Kailolo, Kabauw, dan Negeri Rohomoni.

Jenis sampah plastik dan botol bekas mendominasi lingkungan sekitar lima negeri itu.

Baca juga: Maluku Raup 45,8 Juta US Dollar Nilai Ekspor Sektor Perikanan

Kelompok mahasiswa yang dikenal juga dengan istilah ‘Uli hatuhaha’ itu tidak hanya membersihkan area sekitar pemukiman warga, namun juga kawasan pantai yang seringkali menjadi lokasi sasaran pembuangan sampah.

“Tujuan kegiatan ini untuk membersihkan lingkungan serta mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan,” kata Ketua FKMH Ambon, M. Azizun Latuamury kepada TribunAmbon.com, Selasa (19/1/2021).

EDUKASI SAMPAH - Forum Komunikasi Mahasiswa Hatuhaha (FKMH) Ambon mengedukasi anak-anak di Pulau Haruku tentang pentingnya menjaga lingkungan, Senin (18/1/2021)
EDUKASI SAMPAH - Forum Komunikasi Mahasiswa Hatuhaha (FKMH) Ambon mengedukasi anak-anak di Pulau Haruku tentang pentingnya menjaga lingkungan, Senin (18/1/2021) (TribunAmbon.com/Mesya)

Sampah yang sudah dibersihkan, kemudian dipisahkan sesuai jenisnya, dan diisi ke dalam karung masing-masing.

Baca juga: Cakar Bongkar Kota Ambon, Bisa Stylish Dengan Harga Murah

Dari situ, mereka kemudian membuat sampah tersebut menjadi paving block.

“Yang paling berkesan adalah ketika sampah-sampah tersebut bisa kami oleh menjadi sesuatu yang bermanfaat,” kata Kepala Bidang Lingkungan FKMH Ambon, yang juga sebagai Duta Lingkungan, Nurabia Tuasikal, kepada wartawan melalui Whatsapp, Senin (19/1/2021).

Umumnya, paving block terbuat dari bahan dasar pasir, semen dan air. Namun, di tangan komunitas yang berdiri sejak 2019 ini, sampah disulap menjadi sesuatu yang bernilai dan bermanfaat.

Hanya dengan membakar sampah tadi menggunakan oli bekas, terbentuklah paving block yang bisa digunakan untuk menutup permukaan tanah dan membuatnya menjadi lebih estetik.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved