Ekspor Maluku
Maluku Raup 45,8 Juta US Dollar Nilai Ekspor Sektor Perikanan
Jika dikurskan dengan Rp. 14.000, terdata nilai ekspor non migas yang berhasil diraup Maluku sebesar Rp. 631,400,000.
Penulis: Welem Sabonu | Editor: v
Laporan TribunAmbon.com, Helmy Tasidjawa
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Nilai ekspor Maluku pertahun 2020 meningkat hingga 45,1 juta US Dollar.
Jauh lebih tinggi dari nilai ekspor ditahun sebelumnya yang hanya mencapai 14,8 juta US Dollar.
‘’Nilai ekspor non migas kita per Desember 2020 itu naik jadi 45,1 juta US Dollar, ‘’ kata Elvis Pattiselano Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, kepada TribunAmbon.com, Selasa (19/1/2020).
Baca juga: Nilai Eksport Maluku Naik 140,8 Persen, Wamendag: Produk Lokal Ada di Daerah, Kembangkan Itu
Jika dikurskan dengan Rp. 14.000, terdata nilai ekspor non migas yang berhasil diraup Maluku sebesar Rp. 631,400,000.
Tingginya nilai ekspor non migas ini disumbang oleh hasil laut Maluku atau dari sektor perikanan.
Pattiselano mengungkapkan, PT. Wahana Lestari Investama (WLI) di Arara, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah merupakan salah satu pengeksport udang terbesar di Maluku yang menyumbang pendapatan untuk Maluku ini.
Baca juga: Prakiraan Tinggi Gelombang BMKG Maluku Hari Ini, Perairan Selatan Ambon Capai 2.5 Meter
Meski Maluku hanya memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi perijinan perusahaan perikanan.
Sekitar 70 persen atau sebesar 33,1 Juta US Dollar udang yang diekspor dibanding hasil laut lainnya yang hanya mencapai 30 persen seperti tuna.
Baca juga: Di Kota Ambon, Pamor Janda Bolong Kalah dari Cemara Udang
Pattiselano membandingkan dengan tahun 2019 raupan ekspor non migas Maluku hanya 14,8 juta US Dollar.
‘’Artinya ada peningkatan tiga kali lipat dari nilai eskspor 2019 lalu,’’jelas Pattiselano.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/1912021-udang.jpg)