Ambon Terkini
Duo Nazar - Jihad Ngamen Demi Hasrat Musik
Dari sekitar 98 kota metro dan urban di Indonesia, hanya di Ambonlah gitar raksasa jadi ikon utama di pusat kota.
Penulis: Rahmat Tutupoho | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Henrik Toatubun
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ambon, memang laik dijuluki City of Music.
Ada ratusan musisi andal, ternama nasional dan kontinental, lahir dan berdarah Ambon, Maluku.
Dari sekitar 98 kota metro dan urban di Indonesia, hanya di Ambonlah gitar raksasa jadi ikon utama di pusat kota.
Puluhan Zebra Cross di ibu kota provinsi berpenduduk 1,8 juta jiwa ini, di-makeup laiknya tuts guitar.
Seperti di Abbey Road, jalan legendaris kelompok musisi The Beatles di Westminster, London, rambu penyeberangan jalan di Ambon seakan "berdendang."
Tahun 2011 lalu, otoritas pemerintahan dan tokoh masyarakat mengesahkan Ambon sebagai Kota Musik.
Di gedung DPRD Kota Ambon, ikon Chord warna emas seakan jadi logo kota.
Rubrik #1LagudariAmbon ini hanyalau satu cara kami untuk menegaskan julukan indah itu. [*]
Duo Nazar-Jihad Ngamen Demi Hasrat Musik
KALAULAH menyanyi dan memetik gitar adalah keahlian yang bisa menghasilkan uang, maka perkenalkan dua remaja Kota Ambon ini.
Nazar Saputra dan Jihad Mukadar, telah 3 tahun melakoninya.
Dan, kalaulah melantukan lagu diiringi musik adalah hobbi, "sejak SD saya sudah nyanyi, belajar gitar waktu kelas II SMP," kata Nazar Saputra (18), warga Desa Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, kepada TribunAmbon.com, Minggu (17/1/2021).
Jihad Mukadar (19), rekan Nazar, juga remaja Ambon, dengan passion musik.
Orangtua Jihad tinggal di Kampung Jawa, Kelurahan Pandan Kasturi, Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/1912021-pengamen-ambon.jpg)