Ambon Terkini
Awal Januari 2021, Harga Minyak Tanah di Ambon Sentuh Rp 30 Ribu Per Jerigen
Dari pantauan TribunAmbon.Com hingga pagi ini, Jumat (15/1/2020), kelangkaan minyak tanah masih menjadi topik hangat perbincangan publik di Kota Ambon
Penulis: Rahmat Tutupoho | Editor: Nur Thamsil Thahir
AMBON, TRIBUNAMBON.COM,- Harga minyak tanah level pengecer di berbagai tempat di Kota Ambon naik drastis.
Minimnya distribusi minyak tanah sejak libur Natal 2020 hingga Tahun Baru 2021, memicu kelangkaan.
Bahkan agen-agen besar maupun kecil, nyaris menaikan harga bahan bakar bersubsidi ini.
Bahan bakar dasar dalam memasak ini, menyetuh hingga Rp 30 ribu/jerigen di kawasan Rumahtiga, Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku.
Padahal sebelumnya, harga bahan bakar ini hanya berkisar Rp 17 ribu hingga Rp 25 Ribu per jerigen isi lima dan 10 liter.
"Yah karena distribusi dari agen resmi juga sudah jarang dan sedikit, jadi saya beli dari tangan kedua seharga Rp.25 ribu, jadi saya jual dengan harga segitu," ujar Mega (38) pemilik Kio Rezky di Kawasan RT 001/RW 012 Rumahtiga itu.

Ia mengaku, hal tersebut dilakukan supaya stok minyak tanah di agennya juga tersedia dan bisa disalurkan ke warga setempat.
Di beberapa agen lainnya juga, harga minyak tanah mulai dari Rp 18 ribu hingga Rp 25 ribu.
Sekalipun terbilang mahal, warga tetap menyerbu, karena tidak ada pilihan lain.
"Yah, biar (walau) mahal, Katong (kita) tetap beli saja, apalagi minya (minyak) tanah susah bagini (begini)," ucap Tina Minanlarat (38) salah satu warga di Kawasan Rumahtiga, Kota Ambon.
Baca juga: Pertamina Minta Polisi Usut Kelangkaan Minyak Tanah di Ambon
Baca juga: Minyak Tanah Susah di Ambon, Macam Deng Cari Jodoh Saja
Kelangkaan bahan bakar bersubsidi ini, membawa keresahan dalam masyarakat.
"Kalau minyak tanah mahal begini, katong (kita ana (anak) kos mati sudah," ucap Andre (24) salah satu penghuni kos di Kawasan Rumahtiga.
Tidak hanya warga Rumahtiga, sejumlah warga di kawasan Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, juga mengeluh hal yang sama.
"Katong (kita) di Passo juga minya (minyak) tanah susah, sampe katong (kita) su (sudah) buat tungku di samping dapur par (untuk) bamasa (memasak)," ujar Hendra (32), salah satu warga di Kawasan Jln.Laksdya Leo Watimena, Passo, Kota Ambon, via telepon.
Masyarakat terus mempertanyakan soal penyebab kelangkaan tersebut.
Mereka berharap, pemerintah dapat memperhatikan hal ini, karena sangat meresahkan masyarakat.
Dari pantauan TribunAmbon.Com hingga pagi ini, Jumat (15/1/2020), kelangkaan minyak tanah masih menjadi topik hangat perbincangan publik di Kota Ambon.