Kelangkaan Minyak Tanah
Warga Luar Pulau Ambon Ikut Berebut Jatah Minyak Tanah di Tanah Rata
Di Indonesia, Ambon dan Maluku belum termasuk kota dan provinsi program migrasi bahan bakar minyak ke gas.
Penulis: Rahmat Tutupoho | Editor: Nur Thamsil Thahir
Ambon, TribunAmbon.com -- Belasan warga dari luar Pulau Ambon, antre berebut jatah minyak tanah, di kawasan pemukiman padat Tanah Rata, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (9/1/2021) siang.
Di Indonesia, Ambon dan Maluku belum termasuk kota dan provinsi program migrasi bahan bakar minyak ke gas.
Minyak tanah bersubsidi ini masih jadi bahan bakar utama mengola makanan jadi.
Warga itu dari Pulau Seram, membaur dengan seratusan warga kota Ambon lain.
Ada dari Galunggung, Batu Merah, Mardika, Kebun Cengkeh, Karang Panjang, hingga Tantui.
Mereka rela antre sejak pagi buta.
Baca juga: Perempuan Mengaku Kakak Murad, Intervensi Kasus Selingkuh Kadis PUPR Aru di Polda Maluku
Baca juga: Pengelola Ambon War Cemetery Taman Terluas di Maluku Dialihkan dari Australia ke Inggris
"Saya ini titip gen (jerigen) 40 liter dari keluarga dari Luhu, (Seram Barat)," kata seorang warga Batu Merah kepada Tribun.
Mereka sudah antre sekitar 3 jam perjalanan kapal laut dari kota Ambon.
Antrean terjadi sejak pagi.
Hingga pukul 14.00 WIB, antrean masih terlihat di sekitar toko sembako, sekaligus agen bahan bakar minyak.
Sejak akhir tahun 2020 lalu, Kelangkaan minyak tanah memuncak di Maluku.

Lia Sastri, pemilik kedai di Tanah Rata RT.001 / RW.008, sebelah timur Santika Hotel di Kawasan Galunggung, Batu Merah.
Menurut Mita, salah satu konsumen bahwa di toko sekitar tempat, minyak tanah sudah langka sejak Desember.
"Ini sudah kali ke-3 distribusi minyak tanah, yang pertama sebelum natal, kedua sebelum tahun baru, dan ini yang ketiga" tutur adik pemilik toko.
Menurutnya "sekali distribusi dari Pertamina, bisa terisi sampai 8 Drum. Tapi biasanya langsung habis".
Satu drum besi tersebut, memuat 209 liter minyak tanah.
Isinya iperkirakan 1,600 Liter bisa habis dalam sehari.
"Sebenarnya tidak langkah juga, hanya saja banyak konsumen dari luar tanah rata yang sering beli disini" ujar pemilik toko.