Breaking News:

Kelangkaan Minyak Tanah

Warga Luar Pulau Ambon Ikut Berebut Jatah Minyak Tanah di Tanah Rata

Di Indonesia, Ambon dan Maluku belum termasuk kota dan provinsi program migrasi bahan bakar minyak ke gas.

Penulis: Henrik Toatubun | Editor: Nur Thamsil Thahir
Tribun Ambon/henrikus_toatubun
Puluhan warga Ambon antre mendapat jatah Minyak Tanah bersubsidi di Tanah Rata RT.001 / RW.008, sebelah timur Santika Hotel, Kecamayan Galunggung, Batu Merah, Sabtu (9/1/2021) 

Ambon, TribunAmbon.com -- Belasan warga dari luar Pulau Ambon, antre berebut jatah minyak tanah, di kawasan pemukiman padat Tanah Rata, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Sabtu (9/1/2021) siang.

Di Indonesia, Ambon dan Maluku belum termasuk kota dan provinsi program migrasi bahan bakar minyak ke gas.

Minyak tanah bersubsidi ini masih jadi bahan bakar utama mengola makanan jadi.

Warga itu dari Pulau Seram, membaur dengan seratusan warga kota Ambon lain.

Ada dari Galunggung, Batu Merah, Mardika, Kebun Cengkeh, Karang Panjang, hingga Tantui.
Mereka rela antre sejak pagi buta.

Baca juga: Perempuan Mengaku Kakak Murad, Intervensi Kasus Selingkuh Kadis PUPR Aru di Polda Maluku

Baca juga: Pengelola Ambon War Cemetery Taman Terluas di Maluku Dialihkan dari Australia ke Inggris

"Saya ini titip gen (jerigen) 40 liter dari keluarga dari Luhu, (Seram Barat)," kata seorang warga Batu Merah kepada Tribun.

Mereka sudah antre sekitar 3 jam perjalanan kapal laut dari kota Ambon.
Antrean terjadi sejak pagi.

Hingga pukul 14.00 WIB, antrean masih terlihat di sekitar toko sembako, sekaligus agen bahan bakar minyak.

Sejak akhir tahun 2020 lalu, Kelangkaan minyak tanah memuncak di Maluku.

ILUSTRASI : Teknisi memeriksa tabung bahan bakar gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang dipasang pada truk tangki pada pengenalan konversi bahan bakar gas untuk transportasi industri di kompleks perkantoran Pertamina di Jakarta, Rabu (10/12/2014). Truk berbahan bakar LNG sudah diuji coba untuk angkutan pertambangan dengan hasil lebih ekonomis dibandingkan bahan bakar minyak dan lebih ramah lingkungan.
ILUSTRASI : Teknisi memeriksa tabung bahan bakar gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang dipasang pada truk tangki pada pengenalan konversi bahan bakar gas untuk transportasi industri di kompleks perkantoran Pertamina di Jakarta, Rabu (10/12/2014). Truk berbahan bakar LNG sudah diuji coba untuk angkutan pertambangan dengan hasil lebih ekonomis dibandingkan bahan bakar minyak dan lebih ramah lingkungan. (KOMPAS/IWAN SETIYAWAN)

Lia Sastri, pemilik kedai di Tanah Rata RT.001 / RW.008, sebelah timur Santika Hotel di Kawasan Galunggung, Batu Merah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved