Breaking News:

Kantor Bea dan Cukai Ambon Musnahkan Ratusan Barang Bekas Asal Belanda

Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Ambon musnahkan ratusan kodi barang bekas impor asal Belanda, serta rokok ilegal yang disita dari sejumlah daerah di Ma

(Kontributor TribunAmbon.com, Fandy)
Pemusnahan barang bekas impor asal Belanda, serta rokok ilegal di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Ambon 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy

TRIBUNAMBON.COM - Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Ambon musnahkan ratusan kodi barang bekas impor asal Belanda, serta rokok ilegal yang disita dari sejumlah daerah di Maluku.

Pemusnahan dilakukan di halaman kantor Pelayanan Bea Cukai Ambon, Kamis pagi (12/11/2020) oleh Kakanwil Direktorat Jendral Bea dan Cukai Maluku, Erwin Situmorang didampingi Kepala Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Ambon, Saut Mulia, serta perwakilan Desperindag Maluku dan perwakilan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Ambon.

Barang sitaan yang menjadi milik negara itu diantaranya, rokok sebanyak 1.100 batang, pakaian bekas 874 pcs, alas kaki bekas 145 pasang, mainan bekas dan barang lainnya 111 pcs dan obat-obatan berbagai jenis 395 pcs.

"Hari ini kita musnahkan barang milik negara yang merupakan barang eks kiriman dan barang kena cukai hasil tembakau rokok," kata Saut.

Lanjutnya, barang-barang tersebut merupakan hasil penindakan periode 2019 hingga akhir 2020 yang masuk melalui jalur udara serta sitaan dari tangan warga di Pulau Buru dan Seram.

"Barang bekas yang kami musnahkan itu berasal dari Belanda yang tiba menggunakan pesawat. 

Baca juga: Dipengaruhi Miras, Seorang Pria di Ambon Rudapaksa Sepupu, Kini Diringkus Polisi

Baca juga: Mulai Meroket, Harga Bawang Merah Tembus Rp 50 Ribu Per Kilo di Pasar Mardika Ambon

Baca juga: Ambon Menuju Zona Kuning Covid-19, Wali Kota Perketat Pengawasan Protkes di Tempat Usaha

Sedangkan untuk rokok itu dari pulau Seram dan Buru. Rokok itu sendiri berasal dari Jawa Tengah," ungkapnya.

Lebih jauh dijelaskan Kakanwil DJBC Maluku, Erwin Situmorang, penindakan rokok ilegal merupakan wujud pelaksanaan program Stop Rokok Ilegal yang dicanangkan Direktorat Bea dan Cukai dengan slogan gempur rokok ilegal.

Adapun rokok ilegal yang disita yakni yang dilekati pita cukai palsu dan tanpa pita cukai.

"Kami malah beryukur kalau semakin banyak tidak merokok. Karena ini merupakan bagian dari program Direktorat Bea dan Cukai," ujarnya.

Menurutnya, peredaran rokok ilegal di Maluku tidak masif seperti di berbagai daerah lain di Pulau Jawa.

"Disini kalau bukan rokok berlabel, ya tidak laku," tandasnya.

(*)


Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved