Breaking News:

Dampak Pandemi, Kerajinan Rotan di Maluku Tengah Kian Terhimpit

Kawasan desa Waitatiri, kecamatan Salahutu, Maluku Tengah terkenal dengan kerajinan rotan.

Kontributor TribunAmbon.com/Fandy
Kerajinan rotan warga Maluku Tengah 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy

TRIBUNAMBON.COM - Kawasan desa Waitatiri, kecamatan Salahutu, Maluku Tengah terkenal dengan kerajinan rotan.

Di sini terdapat belasan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kerajinan Rotan yang kini ikut terdampak pandemi Covid-19.

Pasalnya, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar membuat mobilisasi warga dari Kota Ambon menuju wilayah Maluku Tengah terbatasi.

Dari pantauan TribunAmbon, Minggu siang (20/9/2020), area penjualan kerajinan rotan tampak sepi.

Lomba Mural di Ambon, Aldo Jamlay: Superman Saja Pakai Masker

Tak banyak rutinitas jual beli setelah lebih dari 30 menit berada disitu.

Elis Tandipau adalah satu pemilik usaha kerajinan rotan.

Saat ditemui, Elis baru saja melayani seorang pembeli.

Dia berhasil menjual sebuah pot bunga berukuran kecil seharga Rp. 50.000.

Elis mengaku sejak pagi hingga sore ini, baru satu kerajinan yang terjual.

Terkadang juga tidak sama sekali ada pembeli setelah seharian menanti.

"Baru satu tadi. Dia beli pot bunga, harganya Rp. 50.000. Bersyukur saja ketimbang tidak sama sekali," ungkapnya.

Menurutnya, omzet penjualan turun hingga 60% setelah pandemi Covid-19.

Angka tersebut mulai naik sejak Maret 2020 dan melonjak saat pemberlakuan PSBB Juni lalu.

"Awalnya bisa laku hingga 15 produk dalam sepekan. Kini mau sampai 5 produk saja susah," keluhnya.

Meski begitu, Elis tetap bertahan dengan harapan pandemi segera berakhir.

"Untuk menambah penghasilan, kami juga menyediakan jasa sewa tenda," ujarnya.

Elis sendiri sudah menjual berbagai produk kerajinan rotan sejak tahun 1997 bersama suaminya.

Wakil Wali Kota Ambon : Tidak Boleh Lagi Ada Pembagian Masker

Produk yang dipasarkan antara lain Kursi dan meja, rak buku, pot bunga, sekat, hingga ayunan bayi.

"Paling murah yakni pot bunga seharga 50 ribu hingga harga tertinggi 3.5 juta untuk satu set kursi sofa," tandasnya. (*)

Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved