Breaking News:

Bekas Kapal Asing Sitaan Susi di Teluk Ambon akan Dimanfaatkan Menteri Edhy Prabowo, Ini Katanya

Bekas kapal ikan asing yang dilabuhkan di perairan Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku akan dimanfaatkan sebagai mesin produksi negara.

Kontributor TribunAmbon.com/Adjeng
Bekas kapal ikan asing hasil sitaan yang dilabuhkan di perairan Teluk Ambon, Kota Ambon, Maluku akan dimanfaatkan sebagai mesin produksi negara, Senin (31/08/2020) 

Edhy Prabowo meminta jajarannya, khususnya Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) untuk membuka akses yang luas kepada putra-putri nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan pemasar hasil perikanan untuk menimba ilmu di unit pendidikan milik KKP.

Terjadi di Ambon, Kebun Pisang Beralih Fungsi Menjadi Tumpukan Sampah Sejak Dua Tahun Terakhir

"Membangun sumber daya manusia berarti membangun bangsa. Didik terus anak-anak kita, ajari mereka sampai merasa bisa mandiri dan kuat. Kelautan merdeka adalah kedaulatan bangsa," tulis Edhy dalam secarik kertas untuk pengajar dan pegawai di Politeknik KP Maluku, Minggu (30/08/2020).

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo meminta jajarannya menyiapkan SDM Handal untuk Wujudkan Lumbung Ikan Nasional di Maluku, Minggu (30/08/2020)
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo meminta jajarannya menyiapkan SDM Handal untuk Wujudkan Lumbung Ikan Nasional di Maluku, Minggu (30/08/2020) (Kontributor TribunAmbon.com/Adjeng)

Edhy menilai, sebagai daerah yang diberkahi potensi perikanan yang luar biasa, Maluku punya segala hal yang dibutuhkan untuk menasbihkan diri menjadi lumbung ikan nasional.

Dia pun memilih untuk melakukan langkah konkrit melalui kegiatan dan terjun langsung ke lapangan untuk berkomunikasi dengan pemangku kepentingan di provinsi seribu pulau.

"Maluku gudangnya ikan. Saya memulai lumbung ikan nasional dengan gerakan langsung. Membangun tidak hanya sekedar jargon tetapi membuktikan terjun langsung dengan kegiatan-kegiatan," urainya.

Perubahan status dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) ke Politeknik Kelautan dan Perikanan Maluku merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam membangun sektor kelautan dan perikanan (KP).

Termasuk menyiapkan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN).

"Ini kan tadinya SUPM, sekarang jadi Poltek, anggaplah ini salah satu bentuk pelaksanaan dan saya melihat LIN itu tidak hanya ketika menjadi peraturan," jelas Menteri Edhy.

Oleh karena it, dia berharap para peserta didik di Poltek KP Maluku tidak hanya dibekali dengan pengajaran di kelas.

Sebaliknya, dengan lokasi yang strategis karena terletak di tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yakni WPPNRI 714, 715 dan 718, para taruna-taruni bisa diajarkan untuk melakukan praktek langsung di lapangan.

"Di sini kita bisa bangun semuanya, dari budidaya tawar, payau, tambak, termasuk nangkap ikan di laut. Alhamdulillah pak Gubernur mendukung penuh, saya pikir ini menjadi kekuatan kunci di Maluku keberhasilan LIN itu sendiri," terangnya.

51 ASN Pemkot Ambon Terpapar Covid-19, 171 Lainnya Tunggu Hasil Tes Swab Massal

Ke depan, dia mendorong agar jumlah perserta didik di Poltek KP Maluku untuk ditambah.

Dia pun mengajak pemerintah daerah untuk turut mendukung para putra-putri nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan pemasar hasil perikanan yang belajar di Poltek KP.

"Seluruh masyarakat kelautan, kita anak nelayan, pembudidaya diberikan kesempatan kuliah gratis sebanyak-banyaknya. Poltek KKP terbuka, gratis," sambungnya.

Dalam kunjungannya ke Poltek KP Maluku, dia meninjau gedung baru yang dia resmikan secara daring pada 15 Juni 2020 serta melakukan penanaman mangrove.

Pada lawatan kali ini, dia didampingi oleh sejumlah pejabat teras KKP. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved