Oknum TNI 48 Tahun Nekat Keroyok Remaja, Diduga Cemburu Jalin Asmara dengan Gadis Pujaan Hatinya

Salah satu oknum pelaku pengeroyokan siswa SMA di Maluku Barat Daya adalah diduga seorang anggota Babinsa di Desa Hila, Maluku Barat Daya.

TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi Pengeroyokan 

TRIBUNAMBON.COM - Seorang pemuda AS (16) diduga menjadi korban pengeroyokan oleh oknum TNI.

Salah satu oknum pelaku pengeroyokan siswa SMA di Maluku Barat Daya adalah diduga seorang anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Desa Hila, Kecamatan Pulau Romang, Maluku Barat Daya.

Oknum berinisial M (48) tersebut terancam dikenai sanksi, salah satunya dicopot dari jabatannya. 

"Akan ada sanksi, sekarang sedang diproses hukum, sanksinya bisa penjara dan ada juga sanksi disiplin dan administrasi, oknum tersebut bisa tunda naik pangkat, kalau dia punya jabatan akan dicopot dan tidak bisa sekolah,” Kepala Penerangan Kodam XVI Pattimura Kolonel Jansen Simanjuntak, Kamis (4/6/2020).

Jansen menambahkan, saat ini M dan dua rekannya yang juga merupakan anggota TNI, tengah diperiksa secara intensif oleh Pomdam XVI Pattimura.

“Kasusnya sudah dilaporkan ke Pomdam, dan pelakunya itu sudah diporses,” kata Jansen saat dihubungi Kompas.com, Kamis (4/5/2020). 

Korban minta keadilan

Menurut Elson Tiator, kakak korban AS (16), insiden pengeroyokan itu terjadi pada Jumat (22/5/2020).

M diduga cemburu karena ternyata AS juga menjalin asmara dengan permpuan yang disukai M, yaitu MS (17).

Saat itu, M (48) dan dua rekannya sesama anggota TNI mengajak AS ke rumah M. Di depan rumah MS tersebut, M dan dua rekannya mengeroyok AS hingga babak belur.

Halaman
12
Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved