Pedagang di Ambon Meninggal Positif Corona, Random Rapid Tes Dilakukan Pada Pedagang Lainnya

Gugus tugas percepatan penanganan virus corona (Covid-19) Kota Ambon hari ini melakukan tracking Random Rapid Tes kepada pedagang Pasar Mardika.

(Kontributor TribunAmbon.com, Helmy)
Suasana lapak jualan almarhum COVID-19 di terminal Mardika Ambon. 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Helmy

TRIBUNAMBON.COM - Gugus tugas percepatan penanganan virus corona (Covid-19) Kota Ambon hari ini melakukan tracking Random Rapid Tes kepada pedagang Pasar Mardika Ambon.

Hal ini menyusul adanya salah seorang pedagang yang meninggal dunia lantaran positif virus corona.

Juru Bicara Gustu Kota Ambon, Joy Adriaansz kepada tribunambon.com, Jumat (8/4/2020) via telepon mengatakan Pemerintah Kota akan melakukan rapid test terhadap sejumlah pedagang yang berada disekitar lokasi tersebut.

"Gugus Tugas akan melakukan peninjauan lokasi sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Random Rapid Test terhadap masyarakat yang beraktivitas disekitar lokasi almarhum."

"Rencananya Random Rapid Test akan dilaksanakan di Terminal dekat lokasi pada hari sabtu tanggal 9 Mei 2020," jelasnya.

Dia menjelaskan, pelaksanaan rapid test sudah dilakukan pihak Gustu Kota Ambon sejak Almarhum ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang kemudian dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Haulussy pada hari minggu kemarin.

"Sebelumnya, oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Perindag Kota Ambon, sudah melakukan tracking dan tracing terhadap keluarga dan masyarakat yang diketahui melakukan kontak dengan almarhum, namun tracking tersebut kemudian diperluas lagi mengingat status almarhum yang dinyatakan terkonfirmasi Positif COVID-19 sesaat setelah meninggal," terangnya.

Lapak para pedagang di Pasar Mardika, Kota Ambon
Lapak para pedagang di Pasar Mardika, Kota Ambon (Kontributor TribunAmbon.com/Fandy)

Terkait adanya penutupan pasar dan atau terminal, Jubir mengatakan, tidak ada penutupan pasar dan terminal, karena itu akan dilakukan random rapid test dengan prioritas radius 10-20 meter dari kios almarhum.

Serta orang-orang yang sudah terkonfirmasi memiliki kontak langsung dengan almarhum.

"Jadi tidak ada penutupan pasar terminal, karena itu kita akan lakukan random rapid test dengan prioritas radius 10-20 meter dari kios almarhum, dan orang-orang yang terkonfirmasih milik kontak langsung dengan almarhum" ungkapnya.

Selain itu Adriaansz menjelaskan, terhadap lokasi tempat almarhum bekerja (red. Berdagang), sudah diisolasi dan sudah dilakukan penyemprotan disinfektan.

"Dari pihak Gustu, lewat Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, lokasi tersebut sudah dipasang police line atau garis pembatas dan sudah dilakukan penyemprotan disinfektan oleh petugas," kata Jubir.

FAKTA Penyekapan Ibu Muda: Ternyata Menikah di Usia 13 Tahun, Trauma Lihat Suami Kubur Jasad Wanita

Seorang Ibu Muda Berusia 17 Tahun Disekap oleh Suaminya Sendiri, Berhasil Kabur Setelah Jebol Tembok

Diamankan Bersama Barang Bukti 21 Butir Psikotropika, Tes Urine Roy Kiyoshi Positif Benzodiazepin

Selain Almarhum Pasien 18 yang terkonfimasi positif, Jubir menambahkan, Almarhum pasien yang sebelumnya sudah dimakamkan di TPU Hunuth, diketahui terkonfirmasi positif.

"Berdasarkan hasil PCR, Almarhum pasien covid-19 sebelumnya yang sudah dimakamkan di TPU Hunuth pada hari minggu tanggal 3 mei, juga terkonfirmasi positif dan kemudian dinyatakan sebagai pasien 17 untuk wilayah Kota Ambon. dengan demikian total terkonfirmasi positif yang meninggal dunia berjumlah dua orang," tutupnya.

(*)

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved