Breaking News:

Virus Corona di Ambon

Derita Tukang Becak saat Wabah Corona di Ambon, Kerja Seharian, Pulang Harus Hutang untuk Makan

Dampak dari penyebaran virus corona (covid-19) dirasakan langsung oleh para pengayuh becak di Kota Ambon.

(Kontributor TribunAmbon.com, Helmy)
Tukang becak sedang menunggu penumpang di jembatan Mardika. 

Jika tidak mendapatkan setoran tersebut secara langsung pemilik harus menarik becaknya.

Bukan hanya itu saja, bahkan dalam dalam dua minggu terakhir setidaknya ada 4 hari yang dirinya tidak mendapatkan penumpamg sama sekali.

Hasilnya untuk makan harus mengutang di warung tetangga.

"Biasanya setoran becak Rp 15 ribu, jadi kalo dapat Rp 20 ribu sehari, maka yang bisa di bawa pulang hanya Rp 5 ribu, bahkan ada yang sama sekali tidak dapat."

"Padahal Kerja Dari Pagi Hingga malam, Pulang Harus Ngutang Untuk Makan di warung tetangga lantaran tak miliki uang" keluhnya.

La Udin sempat berpikir untuk pulang kampung saja ke Buton, namun lagi terkendala biaya sehingga dia terpaksa pasrah dengan keadaan yang ada sekarang ini.

"Mau pulang aja mas, tapi gimana uang tidak ada, hutang banyak jadi tidak bisa pulang. Jadi pasrah aja dengan keadaan" ungkapnya.

Dia hanya berharap Pemerintah dapat segera menyelesaikan penyebaran virus ini agar seluruh aktifitas dapat kembali normal seperti biasanya.

"Yah saya harap bisa segera berakhir, agar penghasilan juga bisa dapat kembali normal," tutupnya.

Suasana Ojek pangkalan menunggu orderan di samping jalan.
Suasana Ojek pangkalan menunggu orderan di samping jalan. ((Kontributor TribunAmbon.com, Helmy))

Bukan hanya pengayu Becak, ojek online dan ojek pangkalan di Kota Ambon juga merasakan hal yang sama.

Halaman
123
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved