Komplotan Jambret Bikin Resah Warga Kota Ambon, Polisi Tangkap di Lokasi Berbeda

Komplotan jambret yang meresahkan warga Kota Ambon akhirnya dibekuk Tim Buser Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease.

Komplotan Jambret Bikin Resah Warga Kota Ambon, Polisi Tangkap di Lokasi Berbeda
Tribun Pekanbaru
ILUSTRASI Jambret 

Laporan Kontributor TribunAmbon.com, Fandy

TRIBUNAMBON.COM - Komplotan jambret yang meresahkan warga Kota Ambon akhirnya dibekuk Tim Buser Satreskrim Polresta Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease.

Komplotran tersebut ditangkap di tempat  dan waktu yg berbeda.

Kasubag Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau Pulau Lease, Iptu Julkisno Kaisupy, di ruang kerjanya Kamis Sore (12/3/20) menyatakan, setelah mendapat laporan warga.

Satreskrim langsung bekerja cepat dan berhasil mendeteksi keberadaan sejumlah pelaku.

"Diawali dengan penangkapan YH, kemudian tim melakukan pengembangan dan pelaku lainnya diciduk di tempat berbeda, yakni LYP dan AP yang berperan sebagai monitoring keadaan sekitar, dan YBL sebagai eksekutor sekaligus penjual barang hasil curian. Sementara dua orang pelaku lainnya masih dalam pengejaran" ungkapnya.

Lanjutnya, YH ditangkap beserta barang bukti hasil kejahatan, berupa unit HP.

Barang bukti lainnya yakni sepeda motor yang kerap kali digunakan saat beraksi.

Barang Bukti Kasus Penjambretan. (Kontributor TribunAmbon.com, Fandy)
Barang Bukti Kasus Penjambretan. (Kontributor TribunAmbon.com, Fandy) ((Kontributor TribunAmbon.com, Fandy))

Pelaku beraksi di 12 titik di pulau Ambon, di antaranya  dikawasan Jembatan Merah Putih, Latta, Passo, Karang Panjang, Poka hingga kawasan jalan Rumah Tiga.

“Aksinya dilancarkan pada tengah malam dan telah dilakukan sejak November 2019 hingga Februari 2020. Selain pelaku, para penadah barang hasil curian juga diamanakan, yakni VS, CM, JP dan RW,” ungkapnya.

Saat ini, para pelaku tengah dalam pemeriksaan tim Satreskrim, termasuk empat orang korban sebagai saksi.

“Mereka ditahan di Rutan Polresta hingga berkas perkara siap diajukan.

Para pelaku sendiri terancam Pasal 365 dan 480 KUHP dengan ancaman 5 tahun penjara,” cetusnya. (*)

Editor: Maria Sorenada Garudea Prabawati
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved